February 25, 2017

Rangkaian Kata Untuk Juwita


Oleh: Nasrul M. Rizal (Penulis Lepas)

Sayang, aku tidak akan mengirimkan sepotong senja sebagaimana yang diberikan Seno Gumira Ajidarma pada pacarnya. Aku juga tidak akan membawamu pada hujan bulan Juni seperti yang dilakukan Sapardi Djoko. Apalagi memberi catatan pendek untuk cinta –kita– yang panjang selayaknya Boy Candra. Dan tentu saja aku tidak akan menulis “tentang kamu”. Karena Tere Liye lebih dulu menulisnya.

February 23, 2017

Lomba Menulis Novel #KafKopWProject RESMI ditutup

Assalamualaikum Wr Wb

Pada bulan desember lalu, kami mengadakan lomba menulis novel berjudul #KafKopWProject yang diselenggarakan kurang lebih selama enam minggu di akun wattpad Kafe Kopi (@Kafe_kopi). Kami cukup terkejut dengan antusias peserta yang begitu tinggi hingga tim kami terpaksa harus membuat list naskah yang harus dibaca karena saking banyaknya.


Bersyukur, juri dari program lomba ini, Mbak Priska Savira, dengan bijak mau membantu tim panitia mengurus naskah-naskah novel yang cukup banyak di dapur Kafe Kopi. Dengan kegiatan sesibuk itu, kami sampai sampai kesulitan menentukan kapan hari pengumuman lomba menulis novel tersebut.

Melalui postingan ini, kami mengumumkan berikut beberapa tanggal-tanggal penting yang harus diperhatikan oleh para peserta lomba yang sudah mengirimkan naskahnya ke redaksi Kafe Kopi untuk diikutkan lomba menulis novel #KafKopWProject.

10 Februari 2017: Deadline pengumpulan naskah
10 Februari -16 Maret 2017: Proses pemostingan dan penghitungan vote.
17 Maret 2017: Pengumuman pemenang lomba

Kami juga mau mengingatkan, untuk peserta yang naskahnya sudah diposting, silakan ajak teman-temannya untuk vote naskahnya ya supaya angka vote nya banyak :)

Wassalamualaikum\

kamis, 23 Februari 2017

Sayoga R. P
Ketua pelaksana lomba #KafKopWProject

February 19, 2017

Mencari Cahaya

Karya: Sayogand



Kemarin malam aku sedang asik bermain smartphone baru hadiah ulang tahun dari Mama. Tahu-tahu listrik padam. Bermodal cahaya kecil dari smartphone baru, aku menerobos gelap.

Tiba-tiba segalanya jadi benderang,

"SELAMAT ULANG TAHUN!"

Lantas esok pagi aku dimakamkan karena serangan jantung.


February 18, 2017

Perempuan Berlesung Pipi

Oleh: tyataya

            BRUKKK.

Dona melemparkan setumpuk kertas cukup keras di atas meja, tubuhnya sudah tersandar lemah di kursi. Ia memijit-mijit kepalanya berharap rasa pusing yang menggelayutinya segera sirna. Entah mengapa siang ini hatinya benar-benar tidak karuan.

            “Kenapa lagi, Don?” Sahut Alisa dari arah samping meja Dona.
            “Aku cape banget.
            “Deadline?” Tebak Alisa.

            Dona menggeleng ragu-ragu. “Bukan.” Desahnya pelan.

February 17, 2017

Ketika pengkhianat jatuh cinta

Oleh : @tyataya
                               
Aku pernah dalam keadaan membenci
Pada kata-kata berduri yang dibalut kemanisan
Ketika masa demi masa ia lewati dengan mencari
Seolah mangsanya selalu ada dipersimpangan jalan
Ia tidak henti merajuk, merayu pada setiap yang dilihat menawan
Hanya diakhir topengnya berbicara, tentang pisau yang ia sembunyikan dibalik senyuman
Oh, tidak adakah keadilan?
Tidak ada, katanya.
Ini hanyalah persoalan berkelit dan caramu berdiskusi
Tentang cinta dan kebersamaan.
Ketika ia jatuh untuk kesekian kalinya
Ia akan terus menemukan pintu untuk kembali mencari

Bandung, 2016

February 16, 2017

Gadis Kecil di Tengah Kota

Oleh : @tyataya

Ditengah keramaian kota, langkah-langkah sepatu yang menunjukan kesibukan
kulihat gadis kecil yang menunduk membawa mangkok kecil berisi harapan
barangkali, gadis kecil itu berharap ada tangan-tangan malaikat yang memberinya kehidupan
setidaknya, untuk perutnya siang itu.
Barangkali, ada malaikat baik hati yang merengkuh hidupnya
Menghilangkan dahaganya siang itu.
Aku terhenyak, menyaksikan ringkuh tubuh berpeluh
Tak kulihat lagi gurat keceriaan diwajahnya
Semuanya sirna, lenyap, di lahap mereka yang mengaku peduli
Padahal, sungguh, berduri.



Bandung, 2016

February 15, 2017

Pulanglah

Oleh : @tyataya

Engkau telah lama pergi
Meninggalkan sajak-sajak yang telah kutulis bersama malam
Aroma kopi dan pelukan telah lenyap semenjak engkau memungguiku
Pergi, entah menuju dunia barumu
Katamu, cinta kita hanyalah lelucon tanpa pengawet
Basi.
Sementara bagiku, kepergianmu adalah kiamat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya
Pulanglah. Tuan. Pulanglah.

Bandung,2016

February 14, 2017

Manusia

Oleh : @tyataya

Di matanya terdapat kepicikan
Di tubuhnya terdapat keangkuhan
Seolah berlian dan tahta adalah surga
Apa yang ia cari adalah kehampaan
Memori hidupnya tak luput dari poya
Siapa? Manusia.

                                                                                                Ditulis ketika aku mendadak ingin menjadi alien. Bandung 2016

February 13, 2017

Kalau Boleh


Oleh : @tyataya
Aku pernah terjaga disuatu malam
Mencoba mengeja dosa-dosa yang terlampau
Aku telah rubuh dalam debur ketakutan
Tentang siksa-siksa negeri akhirat
Ah, siapalah aku ini?
Si pendosa yang tak berani beranjak
Dari malam yang kian menghimpit nadi
Ah, Siapalah aku ini?
Si Pendosa yang kian hari kian melarat
Dari kesombongan yang terus menjerat
Tuhan, kalau boleh.
Aku ingin kembali pada cahaya yang menentramkan
Aku ingin kembali pada jalan yang Engkau kasihi.

(Bandung , 2016)

February 12, 2017

February 11, 2017

Rindu

Karya: Rissma Inarundzih

Kutatap rindu
Yang tergolek dalam balutan jingga di angkasa
Kenapa dia masih bisu?
Bukankah hatiku telah berteriak memanggilnya?
Kenapa dia masih bergeming?
Bukankah hatiku telah mengoyaknya lewat getaran menyakitkan dalam kalbu?
Rindu ini jahat bukan?
Tak pernah berbelas pada jiwa yang lelah
Tak pernah berkasih dalam raga yang menderita

February 9, 2017

Kafe Kopi BEST WRITER Januari 2017


Kafe Kopi - Sepanjang bulan januari kemarin, Kafe Kopi kebanjiran naskah sampai –sampai terpaksa memasukkan antrian naskah bulan januari hingga pertengahan Februari. Menariknya, hal ini didorong oleh mulai giatnya Kafe Kopi mempromosikan kembali situs blognya.

Kami sungguh berharap adanya peningkatan “gairah” para penulis. Tapi tidak hanya sekedar kuantitas, tetapi juga kualitas naskah rasanya perlu diperhatikan di sini agar blog Kafe Kopi tidak hanya sekedar ramai postingan, tetapi juga menyajikan sajian sajian karya sastra yang berkualitas dan menghibur tentunya.

Sebagai apresiasi kami terhadap puluhan penulis kontributor blog Kafe Kopi, kami akan persembahkan award berupa “KAFE KOPI BEST WRITER”. Di rubrik bulanan ini, kami akan beberkan naskah-naskah yang berhasil menduduki posisi puncak bila diurut berdasarkan angka view postingan. Untuk bulan januari 2017, berikut list BEST WRITER Kafe Kopi:

February 8, 2017

Surat

Karya: Oracle Delphi

Surat itu datang lagi. Seperti biasa, tak ada nama pengirim dan hanya ada namaku di sana. Isinya pun selalu sama.
'Ini hari yang cerah. Semoga harimu menyenangkan.'
Dan masih seperti biasa, kuhabiskan pagi ini dengan menatap si pengirim. Pria di seberang toko yang berdiri kikuk dan sekali-kali melirik ke arahku.


February 7, 2017

Surat di Dalam Laci


by Oracle Delphi

Surat pertama
'Hai, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak bertemu. Di sini aku baik-baik saja. Kuharap kau pun begitu.'

Surat kedua
'Apa kau masih ingat taman di dekat sekolah kita dulu? Hari ini aku pergi ke sana. Aku jadi ingat saat pertama kali bertemu. Taman itu pun masih seperti dulu. Mungkin akan lebih menyenangkan jika kau ada di sini.'

Waiting

Karya: Venti

Sudah berapa lama aku berdiri di sini? Menghadap ke arah kotak pos merah jambu, menunggu datangnya pak pos yang mengantarkan suratmu, untukku.

Namun sepertinya semua yang aku lakukan hanya akan berujung sia-sia. Nyatanya kotak pos merah jambuku ini tidak menerima satu pun surat darimu, kecuali amplop berisi undangan pernikahanmu.

Ternyata aku salah. Salah menunggu dirimu. Tapi nyatanya, aku tidak akan pernah bisa berhenti menunggumu.


February 6, 2017

KOTAK POS BERDARAH


by eniristiani

Tok... tok... tok...
Lagi-lagi suara itu terdengar. Dengan mata yang terus mengarah ke arahku, dia terus saja membenturkan benda berbesi itu ke sebuah kotak berwarna merah. Aku membuang wajah, risih.

Tok... tok... tok...

ARGHHHHH...

Seketika, kutolehkan wajahku ke sumber suara. Terkejut, langsung kuhampiri ia dan segera menanyakan keadaannya.

"GEO! Makanya kalau lagi main palu itu fokus! Jangan malah fokus ke aku. Lihat tanganmu, berdarah kan!"


February 5, 2017

Fiksimini Kafe Kopi #5

Karya: Arlita

  Pagi yang cerah kian berubah menjadi kelabu. Hari ini angin bertiup kencang, baru saja hendak kumelangkah ke arah jendela, terlihat rintikan hujan di luar. Aku terkesiap, pagi hari ini sungguh dingin. Sudah dua bulan kunantikan musim hujan datang. Kini aku berdiri tegap menghadap luar, pemandangan semu penuh kabut. Sepanjang mata memandang tiada orang berlalu-lalang, hanya kotak surat merah yang terlihat berdiri gagah di halaman rumah.

    Aku tertegun. Kotak itu, mengingatkanku pada kejadian masa lalu. Hari di mana kita sering bertukar kabar, lewat secarik kertas putih nan suci. Namun, apa kabar dirimu sekarang? Setelah kau pergi dari kota ini semua beda. Kotak itu seakan berdebu. Tak ada lagi surat kecil untukku. Andai, bisa kuputar waktu. Akan ku jaga selalu dan kirimkan seribu lagu. Lagu kasih yang pernah kita buat dulu. Dengan penuh senyum tiada ragu dan malu.


February 4, 2017

PULANG


by tina wiarsih

"Aku menunggumu. Tepat saat ini, di depan rumahmu."

Aku melipat sepucuk surat yang sampai beberapa jam sebelumnya. Keningku berkerut, heran atas aksara yang terkumpul disana. Tidak mungkin. Dia tidak mungkin pulang malam ini. Dengan jantung berdebar, perlahan aku mendekati jendela, menyibak gordeng sedikit, hanya agar aku bisa melihat keluar jendela. Dan apa yang aku pikirkan benar-benar terjadi, dia belum pulang hari ini. Ah kamu, lagi-lagi ingkar.


February 3, 2017

Yuk beli eBook karya Kafe Kopi: Enkripsi Himalaya !

Judul: Enkripsi Himalaya
Penulis: Komunitas Kafe Kopi
Penerbit: Kafe Kopi Publishing
Jumlah halaman: 200 Halaman
Harga: Rp. 10.000,-
Format: e-Book (Kumpulan Cerpen)
Sinopsis:

And hold your own, know your name, and go your own way.

Jason Mraz bahkan tahu tentang penumpang bus Himalaya yang hilang harapan. Dari kursi supir hingga kursi khusus pengamen sepertiku di pojok belakang, tak ada yang bersemangat menyambut pagi. Perjalanan masih jauh, jangan buang-buang tenaga di awal. Semua penumpang seperti mumi hidup di kursi bus yang makin kumal. Aku memeluk erat ukulele jati dalam kesunyian. Tuhan sedang menghitung.

Wika G - Cerita Pelangi


Enkripsi Himalaya adalah sebuah kumpulan cerpen karya komunitas Kafe Kopi. Ditulis oleh beberapa orang penulis, Wika G, Tri Anita, Aqilanisa, Sherin Tanuwijaya, dan Isma Nurul, eBook kumpulan cerpen ini sangat cocok dibaca di waktu santai. Untuk memimpikan secara gamblang Himalaya di pelupuk khayal.

Order di sosial media Kafe Kopi! We send to your email soon!

Facebook: facebook.com/kafekopindo
Twitter: @kafe_kopi
Instagram: @kafe_kopi

Line: @kwv6671x

February 2, 2017

Kotak Surat Ayah


by eniristiani

Tok... tok... tok...
Samar-samar mataku terbuka akibat terganggu oleh suara berisik yang kuduga disebabkan oleh dua benda yang bertabrakan.

Menyibakkan selimut, kuikuti langkah kakiku menuju sumber suara. Ketika kutahu siapa pelakunya, bibirku langsung tersenyum.

"Siga, kamu ngapain pagi-pagi gini main palu dan kotak lama itu?"

February 1, 2017

Pos Merah Jambu

Karya: Venti

Tiga tahun yang lalu ... apa kau masih mengingatnya?
Kala dedaunan gugur dengan mesra, dan awan menari gembira. Seandainya saja matahari pandai bicara, sudah pasti Ia akan bernyanyi gembira.

Ya, semuanya sama.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...