January 31, 2017

Surat Lama

Karya: Fitriana

Seperti biasa, yang sering ku lakukan tiap hari. Menunggu. Menunggu balasan surat lama berisi kabar si DIA. Entah sejak kapan dan sudah berapa lama.
Dan hari ini, tepat 7 tahun lamanya. Sepucuk surat merah datang dengan kabar pernikahan dirinya.
BODOHnya diriku. Menunggu dalam ke-sia-siaan.


January 30, 2017

Drakomax


by eniristiani

Aku bekerja di salah satu mimimarket simpang lima Pekalongan. Kebetulan, aku selalu ditempatkan untuk bekerja shift malam. Padahal beberapa kali sudah kukatakan pada manager minimarket bahwa aku memiliki phobia terhadap kegelapan, terutama jika melihat ke luar ruangan. Namun usulanku untuk mengganti jadwal shift-ku justru disambutnya dengan senyum.


January 29, 2017

Fiksimini Kafe Kopi #3

Karya: Filan

Meski rupaku begini, aku telah tertidur sejak 20 tahun yang lalu. Sore tadi seseorang tiba tiba masuk ke kamarku. Tanpa permisi. Dengan sigap ia meraba dan meniupku dengan kasar. Rautnya terlihat lelah namun memaksa. Aku berteriak dan melawan berulang kali, tapi tak seorangpun dapat mendengarku. Pada perlawananku yang terakhir ia memasukkan cairan itu padaku. Aku terkesiap, malu, dan takut. Cairan itu membakar segalanya, perlahan membuatku kehilangan daya.

Malam teranyam. Setelah semua yang ia lakukan, masih saja ia berani menyeretku keluar. Genggamannya begitu erat, seakan ia benar-benar tak ingin kehilanganku. Mungkin karena baginya aku pencahaya yang baik.

Saat gelap mulai terlihat aku mencoba berlari untuk mencari pertolongan. Namun sesaat kemudian aku menyadari bahwa kakiku tak lagi dwi. Aku terhenti, pasrah dengan semua ini. Berharap malam segera berhenti dan aku dapat tidur lagi.


January 28, 2017

Gelap..

Karya: Arlita

    Satu kata yang terfikirkan olehku, kemana ia pergi? Baru saja kita bertemu, namun ia berlari ke tempat ini. Kosong, hampa, gelap nan sunyi. Tidakkah ada kehidupan disini. Kutatap ke penjuru arah, berharap mendapatkannya tertangkap di bola mata. Namun sayang, tak ada terdengar sekalipun jejak kakinya.

January 27, 2017

ARRRGGGHHHHHHHH

Karya: Tina


aku berjalan menyusuri hutan. suasana gelap dan hanya terdengar lolongan anjing. jantungku berdebar kencang mengingat suara-suara yang aku dengar sebelum tidur. berbagai asumsi berkecamuk dalam kepalaku mengenai suara itu.

aku terus berjalan menyusuri pohon pinus. menjulang tinggi bagai siap memangsaku. sebuah lampu minyak aku arahkan ke bawah untuk menerangi langkahku. aku terus menunduk, memperhatikan pijakan sampai sepasang kaki berhenti tepat di depan kakiku. jantungku berdebar, keringat dingin bercucuran. pelan namun pasti, aku menengadahkan kepala dan..

AAAAAAARRRRRRHHHHHHHHH

BRUK!!


January 26, 2017

January 25, 2017

Fiksi Mini Kafe Kopi #1

Karya: Oracle Delphi

Dalam gua

Seminggu lalu orangtuanya hilang di hutan. Sekarang anak gadis mereka tiap malam pergi ke hutan. Tidur memeluk sepasang mayat di dalam gua.


January 24, 2017

Love and You

Karya: Oracle Delphi

"Katakan padaku, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini?"

Sejujurnya Andre sama sekali tak mengerti bagaimana bisa ia dan Rama betakhir di tempat seperti ini. Andre hanya ingat jika Rama mengajaknya pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli sesuatu katanya. Hanya semua ini tak seperti yang Andre kira. Ia hanya diam dan mengikuti Rama melihat-lihat deretan pernak-pernik wanita yang terpajang rapi di etalase toko.

"Apa yang sebenarnya kau cari, Ram?"


January 23, 2017

January 22, 2017

Pergi..

karya: Arlita

Kata itu terus menghujamku
Memaksaku mengingat kepergianmu
Pedih sakit hati ini menahan rindu

January 21, 2017

Domba kaum sesat

Karya: Oracle Delphi

Kau bilang akan kau bawa kami pergi
Ke tanah surga yang diberkati
Tempat buah dan sayur tumpah ruah
Kau bilang akan kau bawa kami pergi
Ke sungai penuh berkah
Dimana air susu mengalir darinya

January 20, 2017

Waktu?

Karya: Tina

Siapa waktu?
Orang penting kah?
Seorang pejabat kah?
Presiden kah?

January 19, 2017

Lantunan Lagu Untukmu

Karya: Nasrul M Rizal


Sungguh kejam seseorang yang membuat mantra “setiap pertemuan pasti ada perpisahan.” Setidaknya kata-kata itu yang sekarang berputar di benak Indra. Tiga hari lagi dia resmi menjadi sarjana. Memakai toga dalam prosesi wisuda. Dalam helaan nafas yang sama, Indra, bahagia dan sedih. Bahagia karena dia berhasil menamatkan studinya. Sedih karena harus berpisah dengan teman-temannya, yang selama empat tahun terakhir menggoreskan pena di setiap lembar kehidupannya. Terutama ia sedih karena harus berpisah dengan seseorang.

January 18, 2017

January 17, 2017

Cukup Lima Huruf Saja

Karya: Nasrul M Rizal

Ruangan itu kurang lebih berkapasitas 200 orang. Semua kursi sempurna terisi. Tepat di bagian depan ruangan ada sebuah panggung. Di atas panggung tersebut ada dua sofa berwarna cokelat serta satu buah meja kecil. Bukan hanya itu saja, di belakang sofa terpampang backdrop bertuliskan Talk Show Bersama Dito, Penulis Novel ‘CUKUP LIMA HURUF SAJA’.
Ruangan berkapasitas 200 orang itu mulai hening saat seorang perempuan berdiri di atas panggung, memulai acara. Perempuan tersebut memperkenalkan diri. Nayla ujarnya. Nayla memanggil Dito untuk naik ke atas panggung. Sekali lagi ruangan menjadi riuh dengan tepuk tangan.

January 16, 2017

Hujan

Karya: Rainbow (Wulan Fitri Ani)

Hujan menyapa ku lagi malam ini
Membawakan ku sepucuk surat
Memberi tau ku kabar tentang dirinya
Walaupun aku belum cukup mengerti?
Mengapa terkadang hujan itu hanya lewat menghampiri ku
Dan hanya melintas di depan jendela kamar ku
Menemani sejenak rasa sepi ku   
Membawa sejuta memory di masa lalu ku

January 15, 2017

Bersama Hujan

Karya: Rainbow (Wulan Fitri Ani)

Hujan mengguyur ibu kota (lagi) sore ini. Lagi-lagi gumpalan kapas berwarna abu-abu gelap menghalangi sinar mentari, kemudian rintihan air perlahan mulai membasahi sudut kota. Awalnya hanya satu-dua, tapi lama kelamaan semakin banyak dan semakin deras.

January 14, 2017

Rindu

Karya: Haruka

Kau pergi, meninggalkan diriku.
Tanpa mengucapkan apapun.
Tidakkah kau tahu, betapa sakitnya hati ini?
Kau membawa setengah hatiku pergi.
Pergi ke belahan samudera.

January 13, 2017

January 10, 2017

Karena Aku Menyayangimu


Oleh: Nasrul M. Rizal (Penulis Lepas)

“Sudah pergi saja dari sini! Kamu tidak akan mengerti apa yang aku rasakan. Pergi!” teriak Anggita pada seorang lelaki yang tidak terlalu jauh darinya.
“Semua lelaki itu banjingan! Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Tidak pernah memikirkan perasaan perempuan yang menyayanginya. Datang menawarkan senyuman. Membawa janji kebahagiaan. Mengikrarkan kesetiaan. Nyatanya senyuman itu berubah menjadi tangisan. Ya, tangisan penyesalan,” ucap Anggita lirih menahan perih.

January 9, 2017

January 8, 2017

Diam

oleh:  restirey

Berkacalah dengan air
karena cermin hanya membual
Kau tau, kini tidak begitu ramai
ya..mereka sibuk dengan fantasinya..

Bagaimana bisa kau hidup ditengah ribuan orang
dan kau merasa sendiri seperti di dalam goa..
ini tidaklah benar..

tapi, fantasimu memang benar..


January 7, 2017

Lara ~ hanya puisi

oleh:  Restirey

biarlah raga ini hilang karena waktu
tetapkanlah cinta ini hanya untukmu
kumohon berpalinglah padaku
walaupun hatiku tidak sempurna

cinta..
aku tau aku tidak sesempurna dirimu
kaulah maha penentu rasamu
hingga waktumu datang untuk kembali

sejatinyalah yang kuinginkan
tak cukup hanya sekedar tatap
datanglah..genggamlah aku..

aku menunggu...


January 6, 2017

Untuk Tuan Yang Kutinggalkan

Karya: Day Wiraditha
 

Aku masih sulit membedakan, antara rasa sesal dan rasa menginginkanmu kembali.
Apa aku menginginkanmu lagi karena cinta atau sekedar menebus rasa bersalah dan malu?

Aku menyusuri hari tanpa tahu soal waktu
Yang aku tahu hanya, aku perlu menebus diri sendiri

Sehari-hari aku menulis tentang cinta
Sayang, baru kali ini aku berani menulis tentang jurang jengah antara sesal dan angan

Puisi ini akan jadi pendek,
Karena aku adalah pengecut yang saban hari lari dari diri sendiri
Dalam mimpi-mimpiku, kulihat senyum jauh itu dan memudar di balik bara
Setiap terjaga, aku merasakan gemetar dan kalut sendiri
Kulihat pintu,

Kamu tidak pernah kembali. 

January 5, 2017

Serangkaian kata dari Oracle Delphi

Karya: Alia Fatimah

Tubuhku

Butakan aku dari apa yang tak seharusnya kulihat
Bisukan aku dari apa yang tak seharusnya kukatakan
Tulikan aku dari apa yang tak seharusnya kudengar
Ambil tanganku dari apa yang tak seharusnya jadi milikku
Potong kakiku dari apa yang tak seharusnya menjadi tempatku berpijak
Karena tubuh ini telah penuh oleh noda
Begitu kotor hingga tak sanggup lagi aku berbicara

Terlalu malu bahkan untuk menundukkan kepalaku untuk bersujud kepada-Mu


January 4, 2017

January 3, 2017

Perpisahan

Oleh: Tina W (littlestaars)

Tak ada romantis yang tak teriris
Menyayat dengan dinamis
Menyingkirkan rasa manis
Pada hubungan yang dianggap najis

January 2, 2017

Tersesat

Karya: Haruka

Kau tahu?
Aku tersesat
Tidak tahu jalan pulang menuju rumahku.

Mungkin kau tidak tahu
Bahwa aku juga tersesat di dalam hatimu
Bingung dengan jalan yang berlika-liku
Yang ada pada dirimu.

Namun aku tahu
Dan kau juga tahu
Bahwa walaupun kita sama-sama tersesat,
Kita tahu jalan pulang kita.

Jalan pulangku ialah kamu.

Dan jalan pulangmu ialah aku.

January 1, 2017

CURUTMU

Karya: Indiar

Klung, klung! Klung, klung!

"Ya... Apaan, Sis?" kataku sesaat setelah menggenggam smartphone.

"Em... Anu, a-anu..." balasnya dengan nada  skeptis.

"Udah, ngomong aja," kataku seraya mengunyah bakmi hijau 'Supersemar'.

"Huft... Tugas syntax dari mr. Irman yang dari  halaman 10 sampe 35 yang halaman 13 sampe 16 aku belom kerjain terus detail dari kalimat 'She is pretty girl that i saw last time in campus talking so close to her boyfriend' belum aku kerjain juga terus aku ketiduran tadi malem terus semuanya jadi terbengkalai gitu aja terus kamu mau gak bantuin aku?" tuturnya seolah tanpa koma dan titik dengan nada tersenggal pada akhir kata 'aku'.


"Ampun... Jangan kayak Curut, deh! Elu resek kalo panik!"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...