December 31, 2016

Seseorang Dibalik Mimpi

Karya: Tyataya

seseorang pernah datang ke dalam mimpiku
ia menjelma menjadi bayangan indah dipelupuk mata
membisikan kalimat kalimat ajaib yang mampu membuatku tersenyum
katanya, ia akan datang pada suatu masa yang telah digariskan oleh-NYA
aku bertanya, siapa dirinya?
tak ada jawaban yang membuatku mengerti akan mimpiku malam itu
matanya hanya bersinar dibalik gulita

katanya, ia hanyalah sebuah cerminan dari diriku yang terus mencari.

December 30, 2016

Trust me, it works!

Karya: Indira Phrasa

Mereka bilang, perangaiku jauhlah dari santun
Percayalah saja
Mereka bilang, mimikku tak berbeda dengan getah kaktus
Percayalah saja
Dan selama itu, aku menunggu

Menunggu waktu yang menjawabmu akan diriku

December 29, 2016

Puisi karya Veirent

karya Veirent

Saat bintang dan bulan mulai menampakkan dirinya...
Tiba-tiba ku teringat akan janjiku padamu...
Janji yang akan selalu ku lakukan...
Walau suatu saat nanti...

Mungkin diriku mehilang dari dunia dan hanya dirimulah yang tau keberadaanku...


Sunny Selempang Samarinda ialah menjual berbagai selempang dari bahan satin dan beludru. Dapat digunakan untuk pendadaran, wisudaan, kado, pernikahan, ulang tahun, penghargaan, lomba dsb. Harga 60k, yuk order di instagram @sunnyselempangsmd !

December 28, 2016

Bisikan Alam

1.      karya Arlita Dela

Kumparan awan berarak bersama
Mengelilingi berjuta negara
Menghiasi birunya langit semesta
Menjadi saksi keindahan dunia

December 27, 2016

Kemilau Pagi

1.      oleh Arlita Dela

Pagi hari yang indah nan suci
Diselimuti rintikan hujan yang menari
Tanpa ada sinaran mentari
Kupandangi jendela sebelah kiri

December 26, 2016

December 25, 2016

Hitam

oleh:  Restirey

Bayanganmu memang hitam
kau memang hadir namun tak terlihat
saksi bisu yang handal..menepi
harumu hanya ilusi

Lantas kau hadir untuk apa?
menertawakanku dengan jiwamu yang sempurna
kesunyianmulah yang kejam
senyummu adalah maut

kau bagai duri kecil namun handal
kau juga bagai badai tanpa pernah melihat hujan
kau handal menipu rasa

kau memang sang hitam

December 24, 2016

Kini Kafe Kopi hadir di Androidmu!

Screenshot Kafe Kopi Android App


Setelah hampir dua tahun menjadi sahabat penulis dan penikmat sastra di Indonesia, kini Kafe Kopi menghadirkan inovasi terbaru, KAFE KOPI APP! Sebuah aplikasi android yang akan menghubungkan kamu dengan postingan-postingan terbaru di website Kafe Kopi. Cukup klik link berikut ini:


December 23, 2016

­čĺÉKarena Aku Bisa Mati Sebab Rindu­čĺÉ

Karya: Eni Ristiani

Kakiku bisa mati membiru,
Bisa kelu sebab tak punya kamu

Tanganku bisa saja kaku,
Tak bisa bergerak sebab sedikit sekali menyentuhmu

Lidahku bisa saja tak dapat berucap, sebab aku jauh membaca keadaanmu

Sungguh aku bisa mati sebab rindu, namun aku lebih bisa hancur seketika sebab tak mengenal maknamu

Aku lupa, terlalu 'sok' sibuk membuatku merasa kosong

Karena aku bisa mati sebab rindu, namun aku bisa membusuk dan mendebu ketika jauh dari cahaya-MU


---


yang pura-pura sibuk; eniristiani

December 22, 2016

Lost

Karya.   : April Cahaya

---

Tahukah kamu jika aku tidak pernah membayangkan sedikitpun kamu pergi dari hidupku? Aku tidak pernah sedetik pun berpikir jika suatu hari nanti punggungmu tak dapat aku peluk lagi.

December 21, 2016

PULANG

Karya: ledy tp

Kalian berdua memang berada di dalam sebuah ruang yang bernama kenangan
Dan kini, hidup baruku merupakan angan dari kenangan masa lalu
Biarlah...
Diam di situ dan tersemat di ruang itu
Sebab aku tahu,
Tahu dan memiliki cara sendiri untuk menyayangi kalian

Mengenang kalian yang telah berpulang

Cetak casing bikinanmu sendiri! Bisa foto, desain, dan casingnya bisa untuk semua jenis handphone! Yuk segera order di @casemaumu


December 20, 2016

Nostalgia

written by nurani (wp; Pinkispastel)

  
Aku berjalan menyusuri setiap lorong dari bangunan kokoh ini, terasa dingin dan asing. Kupandangi setiap ruangannya masih tersirat bagaimana kenangan itu berawal. Mengantarkanku pada ujung waktu nostalgia. Aku tersenyum hangat mengingatnya. Ada sebuah ngelenyar aneh dalam diri ketika sebuah luka seakan menghimpit dada. Rasanya sakit.

December 19, 2016

December 18, 2016

WAJAH DI BALIK HUJAN

Karya: Eko Wiyanto
 

Siapa dia?
Yang berada dibalik hujan itu?
Yang menyelipkan senyum disela-sela tetes air
Yang berani mengeja mataku begitu dalam

Hujan di Suriah

Karya: Alia Fatimah

Pernah suatu hari Ayah berkata padaku bahwa suatu saat nanti Tuhan akan membawa pergi awan mendung di atas rumah. Ayah berkata jika Tuhan membawa mendung kepada kami karena Tuhan begitu menyayangi kami. Membawa awan mendung yang akan menghilangkan noda.

December 17, 2016

December 16, 2016

Terkurung Dalam Komplek

Karya: Belle (Penulis Lepas)

Hari ini aku pindah ke luar kota, kami baru menikah setelah enam bulan pacaran. Padahal hati kecil ingin sekali tinggal di kampung halaman sendiri, karena pasti lebih nyaman. Tetapi baru kemarin lusa mengadakan acara pernikahan, sudah harus mengikuti Fain dimana ia bekerja. Bermodalkan baju yang tersusun rapi dalam koper saja kita berdua merantau, serta satu dus berisi kompor yang sudah dibungkus hadiah dari tante. Karena katanya alat memasak tersebut sangatlah penting, jadi terpaksa membawa.

December 15, 2016

December 14, 2016

Memories

Karya: Alia Fatimah

5 September 2015, 7.29 am

Seandainya bisa kukatakan. Semalam adalah saat yang berat untukku, waktu tersulit yang pernah kulalui. Tak ada hal yang terjadi memang. Hanya saja melewatkan waktu dalam kekakuan yang menyiksa bukanlah hal yang kuinginkan.

December 13, 2016

Sajak Mantan Kekasih

karya: Tina (wp: littlestaars)

Adalah kelemahan merangkai kata puitis
Mengumpulkan aksara yang terlihat manis
Mungkin aku harus menjadi seorang pianis
Yang bisa membuat melodi indah untukmu wahai mantan kekasih.

December 12, 2016

Usai

karya Tina Wiarsih (wattpad littlestaars)

"Maaf."

Kata itu meluncur dari bibir mungilnya, terdengar parau. Ku tatap matanya dengan perasaan kalut, mati-matian menahan letupan amarah yang bersarang. Berbicara dengannya merupakan hal terakhir yang ingin kulakukan.

Matanya masih menatapku. Pandangan mata kami bertemu, saling mengunci dalam diam, saling berbisik dalam sunyi. Terlihat jelas penyeselan tergambar di matanya yang berair. Sekali saja mengerjap, air mata akan jatuh.

December 11, 2016

Tubuhmu Membiru

Karya: Tina Wiarsih

4 November, 3025


Suara-suara itu masih terdengar. Tidak sedikitpun membuat lamunanku buyar, justru membangkitkan hasratku yang besar, bergemuruh bagai suara tuntutan yang harus dibayar.
Aku berdiri disini, di tepi jurang sambil memandang ke bawah. Melihat dia yang terbujur kaku dengan tubuh membiru, aku yakin dalam hitungan menit tubuh itu akan segera terkoyak, tak berwujud dan mengeluarkan darah yang banyak.

Beberapa jam sebelumnya, aku melihat dia tengah memandang hamparan hijau di hadapannya seperti yang aku lakukan saat ini. Rambutnya yang tergerai tersibak oleh angin. Pandangan matanya kosong, raganya tak bertenaga dan pikirannya melayang jauh entah kemana. Tubuhnya tenang tapi tidak dengan jiwanya. Jantungnya berdegub kencang saat semakin lama suara itu semakin banyak, terdengar riuh dan bergemuruh.

Pikirannya kalut. Wajahnya sempat terlihat frustasi dengan kedua tangannya menutup telinga dan matanya terpejam. Mungkin jengah mendengar suara-suara itu, suara raungan dan decakkan yang terkadang di tambah suara erangan. Tidak sepertiku, dia begitu lemah bahkan untuk melawan dirinya sendiri.

Kulihat dia menghirup nafas dalam, membuka matanya perlahan untuk mencari ketenangan. Wanita itu menoleh memandangku. Tertegun beberapa saat, tatapan matanya berubah nanar dan senyum tipis tersungging di bibirnya. Aku terkejut saat dia melepaskan tubuhnya menuju pelukan bumi, merentangkan tangan seolah bumi siap menangkapnya saat tiba. Tubuhnya terbang bebas, melayang ringan jauh di udara, mengubur suara raungan dengan mencari suara yang paling sunyi, berharap dia dapat menghentikan waktu dan memutarnya.
Tidak lama suara benturan terdengan jelas ditelingaku, suara seonggok daging yang menghantam benda keras. Aku berjalan menuju tepi jurang dan melihat dirinya terbujur kaku dengan tubuh bersimbah darah.

  
*** 

December 10, 2016

Platonik

oleh: Tina Wiarsih (wattpad: littlestaars)

Bermula dengan ketidakkenalan kemudian berlanjut perkenalan, mengantarkanku pada satu rasa tak biasa. Rasa yang sebenarnya tidak asing namun cukup membuat otakku seketika didominasi oleh dirimu. Tanpa kau sadari, aku sering memperhatikan  gerak-gerik tubuhmu dan semua tentangmu. Mungkin ini hanya rasa kagum, pikirku pada suatu hari. Namun seiring berjalannya waktu, seiring kebersamaan kita membuatku sadar bahwa aku tidak hanya mengagumimu.

December 9, 2016

The Come

Karya: Icha

Derit lantai kayu semakin menguar, menandakan adanya seseorang yang berpijak di atasnya. Di lain tempat, gadis muda menggumamkan sesuatu yang tidak bisa didengar oleh siapapum kecuali dirinya. Sesekali menutup telinga dan semakin memeluk lutut, memendamkan wajahnya dalam-dalam seakan maut menjemput.

December 8, 2016

IF YOU WANNA GO HOME

Karya: Dy Wiraditha (Penulis Lepas)

Mara bertanya-tanya soal tangan di balik kamera, empu si tangan mengabadikan tawa yang dilihatnya dari jauh. Ia masih pasti sangat mencintai senyum itu, sampai-sampai rela tak nampak sosoknya. Di kamar gelap ini, semuanya hitam putih, satu-satunya warna adalah emosi yang Mara tangkap dari gambar-gambar yang digantung ini.
            Sebuah ciri khas. Hitam dan putih namun warnanya tersirat tanpa perlu kamu cari. Pemilik ruangan berada di dekat pintu, meneguk secangkir kopi yang masih panas. Dari balik potret, Mara memerhatikan sosok itu, sekalipun ia berada beberapa jengkal jauhnya dari Mara kini. Tetap saja ada rentang waktu dua tahun di antara mereka. Dan boleh jadi hanya Mara yang memerhatikan dua tahun itu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...