October 22, 2016

Untuk Nona yang Pernah Aku Lepaskan





Karya : E Caswatie Sodikin
 

Untuk Nona yang pernah aku lepaskan, kembalilah. Ampunilah.
Untuk Meiku yang menuai kekecewaan, Novembermu kini tersesat dalam kehilangan.
Aku merinduimu.

Juga jiwaku.


Tarian penamu, masihkah aku yang jadi koreografernya?
Lusa di tepi danau teratai, saat mata hari tinggal separuh, keremang remangan menyapa teduh. Aku akan berdiri persis di tempat kamu pergi. Do What do you want!
***

Tiba tiba suara itu terhenti, juga jari jariku yang memainkan keyboard laptop. Seseorang yang membacakan puisinya di radio mampu mengalirkan air mataku. Oh, Novemberku itukah kamu?
***

Radioku Beku



Karya : Halida Septianidar Quartera Putri



Aku melihat barang itu teronggok bisu
Barang yang telah usang dan berdebu
Saksi sebuah sejarah masa lalu
Antara kisahku dan kisahmu

Aku membersihkannya dengan syahdu
Sambil mengingat kebiasan itu
Mendengar penyiar membacakan salammu untukku
Atau salamku untukmu

Menghayati lagu-lagu rindu
Yang entah mengapa terdengar begitu merdu
Ah, sejak kisah kita berakhir kaku
Radioku hanya menjadi hiasan tak berlaku
Seperti hubungan kita yang menjadi beku

16,6 FM

Karya : Ismawati Anggraeni

   Hujan kembali mengguyur kota Romantis ini. Kota Bandung, sejuta cerita. Namun, sepertinya malam ini adalah malam terburuk bagi mereka yang memiliki pasangan. Bagaimana bisa hujan turun pada malam minggu ini? Malam yang bersejarah bagi mereka yang selalu melukis kenangan. Mau hujan atau tidak hujan, bagi ku sama saja. Tidak ada yang spesial.

  Aku terduduk di tepi ranjang, rasanya mlam ini aku merasa bosan. Tak ada sahabatku yang datang ke rumah. Biasanya malam minggu seperti ini, mereka selalu datang untuk menginap atau sekedar Merumpi rumpi saja.

  Tak sengaja mata ku melihat ke atas lemari kecilku. Aku segera bangkit dan menyalakan Radio itu. Radio kesayangan nenekku, padahal dulu aku tidak menyukai radio karena menurutku radio terlalu jadul. Kolot, Kuno. Namun kini setiap malam, Radio adalah menu wajibku. Aku pun langsung menyalakannya dan mencari saluran yang cocok.

“Janda bodong, janda bodong. Korban egonya lelaki
 Janda bodong, janda bodong. Korban poligami”
Ah, sangat tidak mendukung suasana. Bisanya hujan begini identik dengan lagu mellow.
“Cabe cabean orang bilang cabe kampungan
 cabe cabean sukanya kelayapan”
  
  Bagaimana bisa saluran malam minggu diisi lagu dangdut? Aneh. Aku pun mencari saluran yang lain, barangkali setelah ini ada yang cocok.

 “Dan aku tak tau apa yang terjadi, antara aku dan kau
  yang ku tahu pasti, ku benci untuk mencintaimu”

 Fix. Saluran ini yang kupilih.

“Oke kembali lagi dengan kami di saluran 16,6 FM. Bagi kalian yang ingin reuest atau curhat, bisa hubungi Line kami yaa @Radio16,6FM. Kami tunggu.”

  Aku mengernyitkan alis, sepertinya aku mengenal suaranya.Ah, mana mungkin dia. Aku segera mengambil handphone dan langsung menghubungi nya. Ku putuskan untung Curhat. Menceritakan Pait nya kisah cintaku.
“Halo dengan saya Mr.P”
“Halo Mr.p saya Anita Tasya. Aku mau curhat nih hehe, Sebenernya aku udah lama menyukai teman sebangku ku. Entah ia sadar arau tidak sadar dengan perilaku ku yang akhir akhir ini berubah padanya. Tapi sepertiya ia tak pernah melihatku, bahkan sekalipun aku selalu di dekatnya. Jadi menurut Mr.P aku harus bagaimana?”
Oke fix ini terdengar lebay. Namun, inilah kenyataannya.
Hening
   
   Tak ada jawaban, kemana penyiar itu ? apa dia langsung kabur ketika mendengar ngenest nya kisah cintaku ini ? Lalu, tak lama dari itu terdengarlah suara grasak grusuk.

“E-eh Halo Anita. Maaf ada sedikit gangguan. Menurut gue sih semua itu kembali lagi ke lo nya sih. Tergantung lo mau terus memperjuangkannya atau mundur gitu aja. So jangan putus asa ya, cinta lo akan terbalas gue yakin. Btw, mau request ?”
“Thanks ka, Cold as you-taylor swift”
 Lega sudah, aku sangat bersyukur karena nenek menyimpan radio nya di kamarku. Aku mulai menyuai radio ketika nenek memberi tahu bahwa radio tidak hanya bisa di dengarkan saja namun bisa juga di jaikan sarana sharing atau lainnya.
“selamat mendengarkan”
“Oh what a shame, what a rainy ending given to a perfect day
 Every smile you fake is so condescending counting all the scars you made “
   Aku menatap langit langit kamarku. Lagu ini seperti dongeng penghantar tidur, membuatku tenggelam dalam dunia kahayal dan sedikit membuat mengantuk. Dan setelah itu, semua gelap. Aku tertidur.
                                               ***

    Hari ini aku datang terlalu pagi. Koridor masih sepi, hanya ada beberapa anak kutu buku saja yang sedang asik membaca. Aku mengedarkan pandangan ku pada seisi kelas, yang ku temukan hanya dia. Dia yang duduk di bangku paling belakang dengan handphone yang di mainkannya. Aku menghampirinya dan duduk disebelahnya. yaa, dia memang teman sebangku ku. Dia yang ku maksud semalam.
Hening

“Halo kembali lagi dengan kamu duo emesh. yang mau request silahkan langsung chat ya. Di tunggu guys”
Dia tidak menyadari kehadiranku, sama seperti biasanya. Aku tersenyum pahit memaklumi. Kemudian, terdengar lagi suara dari speaker kelas.
“Oke Rizky pahlevi, selamat mendengarkan.”
Aku meliriknya sekilas. "Tumben, Biasanya ogah oghan,” kataku memecahkan keheningan.
Dia melirikku sekilas "Gue lagi coba menyadarkan seseorang,” katanya.
“Apa? Gue gagal paham deh,” kataku yang benar benar tidak mengerti maksud perkataannya.
Lalu, terdengar lah lagu itu. Lagu kesukaanku, demi apapun kenapa harus lagu ini?
“Rizky, kok lagu ini sih?” tanyaku penasaran
“Karn- “ ucapannya terpotong karna guru mata pelajaran sudah berada di depan.
Sial, umpatku dalam hati.
***

  Entah untuk keberapa kalinya aku mendengarkan saluran ini.
“Selamat mendengarkan Anita,”
Seperti biasanya, masih sama dan lagu yang sama.
“Oke guys sampai disini. Yang mau curhat bisa di skip besok ya, karna banyak yang ingin tahu identitas asli gue. Sekarang gue akan memberitahu kalian, siapa gue sebenarnya.
“Nama gue Rizky Pahlevi anak SMA Taruna Bnagsa. Status jomblo karna lagi waitingan seseorang. Entah mengapa gue kepikiran untuk nyatain perasaan gue di saluran ini. Gue yakin orangnya juga lagi dengerin. Anita apa lo denger gue? ya dia orangnya. Temen sebangku gue. sekaligus orang yang selama ini gue waiting-in. Gue suka sama lo dari dulu dan gue gak punya alasan untuk gak mencintai lo. Cinta lo terbalas, ngakak banget ya kita gak saling peka. Dan disini, di depan semua penggemar setia yang lgi mendengarkan saluran ini. Apa lo mau jadi pacar Gue?”

 Aku membisu seribu bahasa. Degup jantungku semakin cepaat, entah mengapa. Aku tak bisa lgi berkata kata, bagaimana semua ini bisa terjadi? bangunkan aku dari mimpi ini kalau saja aku sedang bermimpi. Namun, ini sama sekali bukan mimpi. Aku sudah mencoba mencubit lenganku, dan itu sangat sakit.

“Yes I Will.”

 Sejak saat itu, aku dan rizky berpacaran. Ini sangat lucu, kami saling tidak menyadari haha. Terimakasih 16,6 FM In Love.

                       






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...