September 12, 2015

Kue Keju


Karya: Just-Anny

G
uyuran hujan yang terdengar riuh membangunkanku perlahan, membuatku menangkap punggung bidangmu dari belakang. Kamu yang mengalihkan fokusku dari ingar-bingar air di luar sana membuatku tersenyum, menampakkan sedikit semu merah pada wajahku yang panas karena demam. Selimut tebal yang membungkusku di sofa ini aku singkirkan sedikit, demi menegakkan tubuhku agar terlihat menyambutmu dengan baik.

September 11, 2015

Rindu


 Karya: Silvia Usnayanti

Disetiap hening ku
Kau selalu menemani ku
Meskipun itu hanya bayang-bayang senyum mu
Yang bila ku sentuh bayang itu pergi

September 8, 2015

September 5, 2015

Kana


Karya: Just Anny

“Saat pertama kali bertemu dengan Ciel, Kana tahu dirinya telah jatuh cinta. Saat Ciel mengatakan ingin bersama dengan Kana, ternyata Ciel masih bisa mencium gadis-gadis lain dengan mudahnya. Bagaimana keputusan Kana untuk perasaannya pada Ciel?”
.
.
--

Senyum Indonesia | Part 2 (end)


Karya: Wheza 

“Pak Li-Lian siapa, ya?” Seseorang yang menempati rumah ayah bertanya balik saat aku menyebutkan nama ayah. “Sejak saya mengontrak di sini saya belum pernah mendengar nama pak Li-Lian.”

Ah! Iya. Ini rumah kontrakan ayah. Ayah bisa pindah kapan saja. Tapi kenapa ayah tidak memberitahu aku dan ibu kalau dia mau pindah?

September 4, 2015

September 3, 2015

SEMU


Karya: AprilCahaya

Ingin kueratkan sebuah pelukan
Ingin kuhembuskan perasaan cinta
Ingin kuucapkan rasa rindu
Tapi kau hanyalah semu

September 2, 2015

Senyum Indonesia | Part 1


Karya: Wheza

S
emerbak asap kendaraan memenuhi dada begitu pintu otomatis terbuka. Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 2, aku baru saja tiba dari penerbanganku dari Singapura. Aku tidak menyangka bahwa bandara ini masih sama seperti saat aku meninggalkannya, sepuluh tahun lalu.

Aku membenarkan posisi ransel di punggung, menarik koper, dan mulai melakukan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Para abang-abang taksi yang  mendatangiku kutolak, aku sedang ingin naik bus. Membeli karcis dan duduk di salah satu kursi yang tersedia sampai salah satu bus dengan papan bertuliskan tempat yang aku tuju tiba di bandara.

September 1, 2015

ANOTHER VOICE


Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: AprilCahaya

"P
erkenalkan nama saya Fernita Damaya. Saya murid pindahan dari Bogor.”begitulah perkenalanku di kelas 11-C. Sekolah baru, teman baru dan semua dengan suasana yang baru.
Sejak menginjakkan kakiku di sekolah ini aku mendengar sebuah suara,suara yang tak tahu entah darimana. Suara yang menurutku selalu muncul dari berbagai arah depan, belakang, dan samping. Suara yang membuatku selalu merasa dibuntuti kemanapun arahku melangkah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...