August 31, 2015

Gelap


Karya: Just-Anny

M
alam ini sepi. Aku sendirian di kamar karena teman kosanku yang lain belum juga pulang. Rasa malasku sedang rajin menyerang. Jangankan mengisi perutku yang lapar dengan makanan yang ada di dapur, untuk beranjak dari tempat tidur dan menyalakan lampu ruang lain selain kamar ini saja aku enggan.
Tok ... tok ... tok ...

August 30, 2015

Magivilian | Part 2 : Sejarah


Ilustrasi karya Silvia Ridiana. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: Nurfaqih Ilham

"D
ulu Zeus, Dewa Petir pernah bercerita padaku. Pengkhianat dari kami telah berubah dari Dewa, menjadi Iblis dan mencoba menghancurkan kami.” Furion berkata pada Mirana sambil bergetar tubuhnya, sorot mata kosong dan hampa. Mirana sambil memberikan air hangat, mendengarkan dengan hati-hati secara khawatir dengan keadaan keluarganya saat ini.
“Tunggu Furion, bagaimana kau bisa berbicara dengan Zeus? Kita tahu Dewa hanya bisa berkata pada kita melalui perkara lain, seperti kitab yang jatuh tadi malam.” Furion menatap Mirana saat pertanyaan itu terlontarkan dari mulut istrinya.

“Kau tahu, aku bertemu denganmu saat aku mencoba batas ilmu sihir teleportasi milikku. Aku menemukanmu di atas sana, di bulan.” Sambil menunjuk kearah bulan yang sedang bercahaya itu, Mirana juga mengikuti arah jari telunjuk Furion.

“Jadi kau pernah mencoba teleportasi ke tempat para Dewa? Dan bertemu dengan Zeus disana?”

“Bukan hanya Zeus, Dewa lain juga mengetahui aku datang. Tapi mereka mengasingkan keberadaanku, bahkan mereka tak suka aku datang. Tiba-tiba Zeus bertanya ada apa aku datang kesini, aku hanya berkata jujur untuk menguji kekuatan sihirku. Zeus pun memberikanku kitab Dewa, dan menyuruhku pulang. Sebelumnya, dia bercerita mengenai Iblis itu.”

***

“Kau Zeus, kau Dewa Petir, yang bisa mengendalikan semua kekuatanmu, semua petir dalam gengamanmu, kau bebas menggunakannya. Dewa Lautan bebas menggunakan air, Dewa Angin, Dewa Hutan, semua bebas. Kecuali aku! Kenapa Raja Para Dewa, Lich King yang Agung melarangku menggunakan kekuatanku? Ini tidak adil! Bahkan Lich King menyuruh pengawalnya Razor untuk mengawasiku!”

“Tenang lah Dewa Api Hades, kekuatanmu begitu hebat. Bahkan Raja para Dewa tidak bisa mengakui kehebatanmu. Lich King hanya khawatir, perbuatanmu akan mengganggu keseimbangan dunia. Terlebih lagi, api hanya melakukan destruksi, tidak pernah menciptakan kedamaian!”

“Lalu untuk apa aku diciptakan? Untuk apa Lich King menciptakanku?”

“Tentu, untuk melindungi negeri para Dewa.”

“Omong kosong. Negeri kita akan damai selamanya, itu hanya bualan yang kau buat.”

Dengan kekesalannya Hades membakar kerajaan para Dewa. Dewa tidak dapat dibunuh, hal yang bisa ia lakukan adalah hal lain yang dapat membalaskan dendam atas rasa iri dalam dirinya. Hades dengan cekatan mengambil semua senjata para Dewa, bahkan mahkota Lich King. Saat mengetahui semuanya, Lich King benar-benar murka, tapi apa daya yang bisa ia lakukan saat semuanya sudah terlanjur. Hades sudah melarikan diri ke dunia manusia. Karena pengkhianatan yang dilakukan Hades, akhirnya Lich King memutuskan untuk menutup dan menyegel pintu negeri para Dewa dari Hades.

Karena tidak bisa kembali, Hades mencoba membuat tempat tinggalnya sendiri. Dia mencari pengikutnya dari bangsa manusia sehingga para manusia berubah menjadi Iblis, sama sepertinya. Karena Dewa yang telah menginjakkan kaki di bumi akan menjadi Iblis. Begitu juga mahluk yang mengikuti Iblis tersebut. Para Iblis tersebut memegang senjata para Dewa. Sehingga mereka benar-benar kuat. Dan hal buruk bagi Hades pun terjadi. Hades mati mengenaskan di bawah pengikutnya yang berlomba-lomba memperebutkan tahta.
Karena mereka tahu, kekuatan mereka sangat besar untuk menguasai dunia. Ya, dulu saat menjadi Dewa, Hades tidak bisa mati. Namun saat menjadi Iblis, dia bisa mati kapan saja.

***

“Aku baru ingat!” Furion terkejut dan bangkit dari kursinya.

“Ada apa Furion?”

“Aku baru ingat nama desa itu!”

“Desa?”

“Desa tempat Hades menciptakan tempatnya sendiri. Tempat sekarang para iblis berkumpul! Desa Ilidan! Aku yakin jiwa yang telah gelap seperti Metana akan masuk ke sana tanpa harus mengetahui letak desa tersebut!”

“Namun kita tidak tahu dimana tempat itu walau kita tahu nama desanya! Dan jika para iblis memegang senjata para Dewa, apa daya kita?!” Mirana kembali meneteskan air mata.

“Ya, satu-satunya cara adalah, menunggu Iblis Metana, membalaskan dendamnya.”

Bersambung...

a n a l o g i || j u m p a


Karya: Just-Anny

Untuk dia tanpa ada jumpa
ingin aku bercengkerama
bersama kelopak-kelopak bunga yang kubalut dengan asa
dengan harapan sederhana ingin selamat saat tiba
pada dia tanpa ada jumpa

RESET | Part 3 (end)


Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: AprilCahaya

S
udah satu semester aku menjalani sekolahku disini, dan selama itu juga aku sudah berubah mungkin 180 dearajat dari sikapku dulu.
Aku sudah mulai dikenal dengan sikapku yang dingin dan cuek, itu lebih baik dibanding sikapku yang dulu dikenal sebagai Agni yang ceria dan ramah.
Teman? 

August 29, 2015

Elegi | Part 2 (end)


Karya: Trisella

Ungkapan perasaanku itu terjadi beberapa bulan lalu, saat semuanya masih baik-baik saja. Saat kami masih bisa merasakan adanya satu sama lain. 
Mengingat semuanya, aku hanya mampu tersenyum miris. Mengapa sangat sulit untuk mengingatnya dengan satu senyum bahagia?

Juragan Tanah

Yuk kirimkan karyamu!


 Karya: Re Lee (Penulis Lepas)

Berdasarkan cerita rakyat Bengkulu :

Asal muasal terbentuknya
Danau Dendam Tak Sudah

Matahari tenggelam di langit sore. Ku dengar burung-burung bernyanyi lagi bersama kawannya… dihadapanku kini ada seorang anak kecil. Kelas satu SD.

“Pertanyaan terakhir kang,”

“ Apa?.”

“Lalu bagaimana dengan permadaninya?.”

“Permadaninya ada diranselku sekarang.”

“Benarkah? Boleh aku lihat?.

Aku keluarkan kemudian kubentangkan permadani itu, tampak berwarna emas berkilauan ditembus cahaya sore. Sungguh cantik dan mempesona.

Bocah itu tampak terkagum-kagum dibuatnya.

***

Detik Kerinduan


 Karya: AprilCahaya

Detak jarum jam dinding
Mengalun dalam sepi
Mengiringi kerinduan yang mendalam
Akan sosokmu yang jauh di angan

August 28, 2015

Ego Diri


 Karya: Just-Anny

Dia ... bawaan yang kau peluk tanpa benar-benar terjaga
Mengendap dalam hati kemudian berjelaga
Kau simpan dia hingga hanya peduli rasa
Lalu berjalan dengannya surut akan logika

Itu Kamu



Yuk kirimkan karyamu!

Karya: Zoe Hinata (Penulis Lepas)

"S
o, what do you want to talk now?”
Aku mengulas senyum, bersiap mendengarkanmu. Kau tampak resah.
Malam ini tak biasa. Seharusnya aku duduk manis di depan laptopku untuk mengedit tulisan yang dikirim penulis-penulis muda yang tengah bersemangat itu. Seharusnya aku masih ngemil snack coklat yang disediakan Mama tiap aku lembur. Seharusnya lagu lagu Three Doors Down masih menemaniku. Ah, gara-gara kamu…

August 26, 2015

SongFiction: Wish You Were Here




 Karya: Ismaa

"I can be tough, I can be strong... but with you, it's not like that at all... there's a girl that gives a shit... behind this wall you just walk through it..."

I
ngatan akan memori masa lalu kembali berputar dalam ingatanku. Saat itu, entah untuk ke berapa kalinya, aku menangis di hadapan dia. Di hadapan seorang laki-laki yang sudah lama aku kenal. Bisa dikatakan, dia adalah sahabatku. Dia selalu ada untukku. Tapi menurutku dia ajaib, dia selalu ada dimana pun aku berada.

August 25, 2015

Elegi | Part 1


Karya: Trisella

A
ku percaya, bahwa pertemuan sederhana akan memancing kejadian-kejadian luar biasa di belakangnya.

Aku dan kamu sedang berada dalam satu cerita bahagia. Biarkan semuanya berjalan semestinya. Biarkan semua berjalan tanpa ada satu perubahan yang dipaksa.

August 24, 2015

Ibu


Karya: De

Ibu,
Matamu tak henti memperhatikan tingkahku,
Bibirmu tak henti panjatkan doa untukku,
Telingamu tak lelah mendengar ocehan dan tangisku,
Tanganmu tak lelah dekap hangat tubuhku,
Otakmu tak henti menjari cara tuk hidupuku,
Pundakmu tak lelah tanggung beban karna diriku,

August 22, 2015

SKYSCRAPER




Karya: Ismaa

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me downI will be rising from the ground like a skyscraper
Like a skyscraper

Skyscraper
by Demi Loveto

● ● ● ● ●

August 21, 2015

August 20, 2015

Belakang


 Karya: Just-Anny

Aku di belakang
Melirik punggungmu yang bidang
Mencuri pandang wajahmu berulang

August 18, 2015

Rindu


16 februari 2013

Hujan..

Tetesan kecil yang dingin
Namun ia tak pernah datang sendiri
Mereka datang berbondong bondong membasahi bumi

August 17, 2015

August 15, 2015

BIARKAN AKU DI SISIMU

Yuk kirimkan karyamu!


 Karya: Aulia Novita (Penulis Lepas)

Pena yang semula kau jadikan teman, tak lagi istimewa. Bahkan, buku-buku yang menjadi tumpuan berahimu telah dimakan usia semenjak logika tak sejalan dengan naluri. 

Lilin Bunda


Cahaya sepi dalam kegelapan murni
Setitik kehangatan dalam kedinginan insani
Seakan tak rela meleleh begitu saja
Tak rela hilang tidak sengaja

August 14, 2015

a n a l o g i || b a h a r


 Karya: Just-Anny

Di atas perahu kecil bergoyang bebas
Menciumi bau bahar yang khas
Pejamkan mata aku menghirup udara
Kuatkan indera lalu angin yang kurasa

RESET | Part 2

Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


 Karya:AprilCahaya

J
ujur aku sedikit gugup saat langkah kakiku mendekati kelas yang akan jadi tempat dimana aku setiap harinya bergelut dengan buku-buku dan mata pelajaran. Bertemu dengan orang-orang yang disebut teman sekelas dan guru. 

August 13, 2015

August 12, 2015

Cokelat

Karya: Yui

14 Februari 2013

Terpotong kecil kecil perasaan ini
Meleleh dengan hangatnya kasih
Kucetak dan kubingkai manisnya
Dan kubiarkan waktu menentukan
Dalam penantian ku gelisah

RESET | Part 1

Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: AprilCahaya

S
etiap orang pasti mempunyai masa lalu yang kelam maupun cerah, aku ingin sekali mereset semua kenangan bahagia maupun sedih itu. 

August 11, 2015

Perjuangan Rio | Part 2 (end)


Karya: Tyataya

P
agi-pagi sekali, Rio berniat mengikuti saran Raka. Mengungkapkan perasanya pada Rianti. Bila perlu dengan melibatkan kedua Orang Tua Rianti, semoga cara ini lebih manjur dari sekedar bunga dan cokelat. Setelah hampir setengah jam mencari rumah Rianti, akhirnya motor Rio berhenti di salah satu rumah bercat biru. Rio kembali melihat kertas berisi alamat rumah Rianti. Ia mencocokkan nomor yang tertulis di kertas yang diberikan oleh teman dekatnya Rianti. No 13B. Tepat! Segera ia memencet bel. Berulang kali Rio merapikan bajunya yang sebenarnya sudah rapi itu. Irama jantungnya terus berdetak tak karuan, aliran darahnya berdesir-desir. Ia bisa merasakan keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya saat ibu Rianti mempersilakannya masuk. Ibu Rianti terlihat senang atas kedatangan Rio, hal itu terbukti dengan hidangan ringan dan minuman yang disajikan oleh Ibu Rianti. Sambil mengobrol menemani Rio yang saat itu tengah gelisah menunggu Rianti. Apalagi ditambah pertanyaan terakhir yang menciutkan keberanian Rio. 

August 10, 2015

S e n b a z u r u | Part 3 (end)


 Karya: Ismaa

E
ntah mengapa rasanya hari kian cepat berlalu. Detik berubah menjadi jam. Jam pun berubah menjadi hari. Dan kini, hari dimana aku akan bertemu dengan Antha telah tiba. Empat hari sebelum hari tersebut kugunakan untuk menyelesaikan sisa potongan origami yang belum kubuat. Dan ya, akhirnya origami itu telah selesai kubuat. Genap sudah seribu origami berbentuk burung bangau—papers cranes.

Nafas


 Karya: AprilCahaya

Dekapan lembutmu
Menyentuh seluruh tubuh mungilku
Deruan nafas kasih sayangmu
Kan terasa dalam gerakku

August 9, 2015

KSATRIA DI BALIK LAYAR : AYAH | Part 2

Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


 Karya: Yui

T
ik.. tik.. tik.. lagi-lagi hanya denting jarum merah yang menemaniku, menanti kepulangan Ayah. Mengapa aku hanya mengharapkan kepulangan Ayah? Karena setiap ku terbangun, Ayah pasti sudah berangkat ke kantor tanpa menungguku bangun. Terkadang aku merasa Ayah egois. Mengapa aku yang harus menunggu Ayah? Kenapa tidak Ayah saja yang menungguku bangun? Tapi aku tetap menantinya. Aku tak putus harapan untuk menunggunya pulang, aku hanya merindukannya. Hanya ialah yang paling sulit ku temui. Seharian penuh kuhabiskan dengan Bunda dan teman-temanku, meski aku sudah meluangkan waktuku untuk sedikit berbincang dengan Ayah, merelakan waktu tidurku untuk menunggu kepulangannya. Ia masih saja sulit aku temui.

Magivilian | Part 1 : Kelahiran Sinar Bulan



Ilustrasi karya Silvia Ridiana. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.

 Karya: Nurfaqih Ilham

S
emua hancur, saat angin mengamuk meremas satu per satu rumah warga Meridian.  Air turun dari langit dengan kasarnya, bagai pisau belati menusuk bumi. Semua petir menyambar, gemuruhnya seperti genderang perang. Semua orang berlari, mencari tempat sembunyi yang berarti. Goa, ruang bawah tanah, semua dipenuhi warga. Semua bagai kumpulan serangga yang dipecah, berhamburan tak tentu arah.

August 8, 2015

S e n b a z u r u | Part 2


 Karya: Ismaa

U
ntung saja saat sampai tadi tim basket sekolah kami belum bertanding. Kalau tidak, mungkin aku sudah menangis histeris karna tidak bisa melihat dirinya bertanding. Duh, ini semua gara-gara Anti yang lupa memberi tahuku. Lalu, kenapa juga aku tidak tau berita penting seperti ini. Padahal harusnya aku selalu terupdate tentang berita yang menyangkut dirinya. Tapi tak apalah, yang penting aku bisa melihat dirinya bertanding.

KSATRIA DI BALIK LAYAR : AYAH | Part 1



Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.

 Karya: Yui

T
ik.. tik.. tik.. hanya suara jarum merah yang terdengar di telingaku. Meski ia telah berputar ratusan kali aku hanya terdiam diatas bantalan empuk yang dinamakan sofa. Sambil memeluk sebuah boneka beruang kecil yang setia menemaniku menanti seseorang mengetuk dari balik papan kayu berwarna cokelat yang dihiasi ukiran pada kedua sisinya. Menanti gagang besi di tengahnya bergerak seiring dengan bergesernya papan kayu tersebut. Serta menanti angin dingin yang menyelinap masuk menemani seseorang melangkahkan kaki ke dalam istanaku. Rumahku. 

August 7, 2015

Perjuangan Rio | Part 1


 Karya: Tyataya

M alam kian merayu sepi, menghadirkan kesunyian pada dinding-dinding kamar Rio. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23:30 WIB, semua orang di rumah itu sudah tertidur lelap dan mulai terbang ke alam mimpi mereka masing-masing. 

a n a l o g i || u d a r a


 Karya: Just-Anny

Dari jendela itu kulihat awan menyapa dengan sendu
Berseru berharap gapaian tanganku melaju
Aku masih saja berpijak
Memeluk lutut dengan hati terkoyak

HITAM PUTIH


Karya: Nurfaqih Ilham

Jalurnya memang sudah terpampang jelas.
Kian hari aku lelah terus memelas.
Tampak diri ini tak untuk hidupmu.
Tampak tubuh ini tak ada tulang rusukmu.

August 6, 2015

TAUTAN JEMARI


Karya: AprilCahaya

Tautan jemarimu yang erat
Genggaman tanganmu yang begitu hangat
Menyentuh hati dan kalbu
Disetiap deruan nafasku

S e n b a z u r u | Part 1


 Karya: Ismaa

A
ku masih saja sibuk dengan lipatan origami di tanganku kala kudengar Anti memanggil namaku. Aku mendongak, melihatnya tengah berjalan ke arahku dari pintu kelas. Suaranya saat memanggil namaku tak hilang di telan bisingnya suasana kelas, karena memang saat ini jam istirahat tengah berlangsung. Saat sampai di tempatku berada, dia segera duduk di bangku kosong tepat di depanku.

August 5, 2015

Silence = Misunderstand


Karya: Yui

P
agi ini matahari dengan perlahan mulai memancarkan pesonanya, menerangi bumi, memberi kehangatan dan mempercantik dunia kita dengan sejuta warnanya. Membangunkan sang jago yang akan berkokok seperti bel tanda aktivitas pagi di mulai, semua orang bangun dan segera sibuk dengan aktifitasnya pagi ini. Seharusnya hari itu semua orang sangat bersemangat, karena rasanya hari ini jauh lebih terang dari hari hari sebelumnya apalagi kalender menunjukan tanggal merah. Tapi mengapa dengan Airin?

Topeng Cinta


 Karya: De

Kasih, bagaimana kuutarakan hal ini?
Kita tertawa di balik wajah gelisah.
Kita tersenyum di balik wajah masam.
Tidakkah kita tahu kebenaran itu?

August 4, 2015

Gelap menjemput


Yuk kirim karyamu ke Kafe Kopi!

Karya: Iiaditia

Kegelapan kian menyergap
Sedikit demi sedikit melumpuhkan tubuhku
Mati rasa, sesak di dada semakin membekap
Tersengal aku mencoba meraup oksigenku

August 3, 2015

Rindu


 
Yuk kirimkan karyamu!


 Karya: iiaditia (penulis lepas)

Aku bergeming di keheningan malam
Terbelenggu dalam kerinduan yang menyayat hati
Dadaku terasa semakin menyempit
Aku kehabisan oksigen saat merindukanmu

SongFiction: Love Story




Karya: Ismaa

A
ku melihatnya. Dia duduk sendiri di bawah pohon rindang yang ada di taman kampus ini. Fokusnya berada pada buku yang ada di tangannya. Buku lainnya berada tepat di sampingnya. Tasnya juga tergeletak di sisi tubuhnya. Kaos hitam yang dikenakannya semakin menambah pesonanya. Dia terlihat.. tampan. Sangat tampan. Yah, memang pesonaya tak dapat ditolak oleh siapapun, terlebih kaum hawa. Hal itu dapat dilihat dari bebarapa mahasiswi yang mencuri pandang ke arahnya.

The White Rose and the White Pigeon


Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator


 Karya: Yui

D
i sebuah padang bunya yang sangat luas, tumbuhlah berbagai bunga nan cantik dan beraneka ragam, warna dan bentuk menciptakan suasana yang indah dan hangat. Diantara semua bunga yang bermekaran dengan cantiknya dan diantara bunga bunga yang mengeluarkan aroma yang memikat, hanya satu tangkai bunga yang mampu menarik hati si merpati. Setangkai mawar putih

August 2, 2015

Sepasang tangan


 Karya: Tyataya

Kita, sepasang tangan yang saling menggenggam.
Menautkan harapan pada setiap debar, lalu
Sambil terus berjalan, kau tak henti berseru,
“Ayo, kita hampir sampai.”

Putih Abu-Abu | Part 10 (end)


 Karya: Yui

B
aju baru! Aku persiapkan penampilanku semaksimal mungkin di pagi itu. Aku siapkan beberapa cindramata yang akan aku berika ke temen temen ku nanti. Setelah pembicaraan semalam bersama keluargaku yang sangat membuatku terpukul. “Ya udah Tari sama Tya pindah ke tasik duluan minggu ini” begitulah hasil rapat tadi malam. Bisa di bilang kali ini adalah kali terkahir aku ke sekolah. Event terakhir aku ketemu Tituters.

August 1, 2015

SongFiction: Made In The USA


 Karya: Ismaa


No matter how far we go, I want the whole world to know
I want you bad, and I wont have it any other way
No matter what the people say
I know that we'll never break
Cause our love was made, made in the USA
Made in the USA, yeah
Made In The USA
by Demi Lovato

***

Yuk, kirimkan naskahmu ke blog Kafe Kopi!


Ingin menerbitkan tulisan di blog Kafe Kopi?

Yuk kirimkan naskahmu ke blog Kafe Kopi!

Kafe Kopi adalah wadah sastra Indonesia yang mengusung sistem kolaborasi antarpenulis. Kami memiliki beberapa penulis berbakat yang menjadi penulis aktif, dan kami juga memiliki beberapa ilustrator berbakat di dalam Kafe Kopi.

Putih Abu-Abu | Part 9 (It`s Happen)


 Karya: Yui

Ya foto kelas berhasil, sepulang dari foto kelas, aku, Fia, Seli, Arta, Fire, Ice, K, Aul, Ghifa, Arum, pulang naik angkot yang sama. Tak ku sangka anak-anak cowo itu melakukan hal yang gila, mereka menyapa orang orang di jalan dengan sikap SKSD tapi langsung mengalihkan muka ke dalam angkot saat orang-orang yang menjadi korbannya menemukan mereka. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...