June 30, 2015

Misteri Ramadhan Vera Berakhir



Karya: Novianabillah Nur Fajriyah

Selama ini ayah selalu percaya setiap ramadhan tiba adikku akan sakit dan dia baru sembuh ketika ramadhan selesai, kata ayah itu adalah kutukkan dari jin rumah kami karena kami menghancurkan tempat tinggal mereka yaitu pohon mangga didepan rumah. Tapi aku dan ibu tidak pernah percaya karena menurut kami opini ayah itu tahayul semata.

Everything Has Change



Karya: Novianabillah Nur F

Gadis muda itu berjalan sempoyongan saat memasuki rumahnya. Vania Larasati. Gadis muda yang baru saja selesai dengan kegiatan mabuknya di Bar. Bar merupakan rumah kedua bagi Vania dan perkelahian merupakan hobby vania. Keluarga yang hancur membuatnya terjerumus kedalam tempat yang salah. Dan membuatnya kini tersesat.

Shocking Throwback



Karya: Ninna L Afiati

  "Nanti di sana kamu harus rajin bantu-bantu, harus sering pijitin Eyang, harus mandi pagi, jangan lupa tarawih sama ngaji, jangan main kemaleman, jangan nakut-nakutin warga dengan nyamar jadi pocong pake mukena, jangan suka ngisengin bebeknya Mang Somad dengan ngiket kaki mereka pake rapia biar nggak bisa jalan, jangan mandi lumpur di kolam Pak Husein. Pokoknya kamu harus bisa jaga sikap." Aku melenguh pelan mendengar rentetan kata 'harus' dan 'jangan' dari Mama padaku. Pasalnya, kalimat itu merupakan kalimat kesekian puluh kali yang Mama ucapkan hari ini. Catat; hanya hari ini. Tidak termasuk hari-hari sebelumnya.

HAYO.. TEBAK ADA APA



Karya: Sapi

Hai.. malam ini, aku lagi surfing bahan-bahan buat LKTI. Yaah.. setelah sekian lama, kira-kira dua minggu aku vakum dari aktifitas aku yang satu ini. Buka browser, teot, teot, teot... sumpah lemmoooottt bingo.. bikin aku jadi undergo dan gak bisa let’s go, jadi cuma bisa melongo.. Aku yakin kamu bisa ngebayangin betapa frustasinya diriku.. ckckck..

Ramadhan bin Unprecditable Experience



Karya: Elika Nurimawati

Ramadhan tiba, ramadhan tiba, ramadhan tiba

Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Ramadhan…

Kurang  lebih seperti itu cuplikan soundtrack iklan di televisi menjelang bulan Ramadhan tiba. Semua orang  bersuka cita karena terbayang-bayang nikmatnya sahur dan berbuka, baju baru, hari raya, mudik, dan masih banyak lagi yang lainya. 

PETASAN CINTA



Karya: Ay Nara

“Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, Marhaban ya .....”
“Duar, Duar Daar,” terdengar lantang.
“Busyet dah, apaan ni?” loncat-loncat dan dengan nada kaget.
“Ha, ha, ha, gaya-gayaan sih lu. Pake nyanyi lagu religi segala. Puasa aja jarang. Untung-untungan dah kalo lu bisa puasa,” sahut Anco sambil ketawa lepas.

Trauma Sholat di Bulan Ramadan



Karya: Francana

Siapa yang tidak kenal Baldi. Seorang anak muda yang bengal dan tengil. Bulan Ramadan dan penuh suci ini sudah berlangsung selama tujuh hari. Tetap saja Baldi tidak pernah mau berubah menjadi seorang pemuda soleh seperti yang dicita-citakan oleh emak, bapak, nenek, kakek, paman, bibi, ustad, dan seantero masyarakat di desanya. 

Kopi Ramadhan



Karya: Senja Perjuangan

Tahun ini usiaku sembilan belas tahun. Di tahun ini ramadhan yang ku lalui sangatlah berbeda dan menguji kesabaran, bukan karena aku menjalankan ibadah puasa di Inggris yang waktu berpuasanya 18 jam 5 menit, waktu yang sangat panjang bukan? Hal itu dikarenakan di Inggris sedang berlansung musim panas. Dimana pukul 7 malam matahari masih bersinar terik, dan matahari sudah bersinar pada pukul 3 pagi

Catatan Raqib



Karya: K.N Rosandrani

Seorang gadis mengusap-usap layar sentuh smartphone dengan jemarinya. Ia asik bermain game.
“Halah ! Kalah lagi ! Sebel deh !” Ia mendengus kesal. Berkali-kali ia memainkan game itu, namun tak pernah menang. Padahal, ia sudah menghabiskan berjam-jam di depan smartphone-nya.
“Minta kiriman nyawa ah ..” ia tersenyum, mendapatkan sebuah ide. Jemarinya kembali asik mengusap-usap smartphone.

June 29, 2015

Seseorang yang Kembali Pulang dan Menuntaskan Ceritanya



Karya: Reza Deni

Kau tak akan percaya ceritaku, sekalipun aku memaksamu untuk memercayainya...
Dua tahun yang lalu, sebelum meninggal di tangan begal, aku sudah menulis beberapa lembar cerita untuk kukirim ke sebuah lomba menulis cerita pendek. Waktu itu tepat bulan puasa dan aku sering ke kampus untuk buka puasa di sana, sembari menjalani kuliahku di semester pendek waktu itu. Aku tak yakin akan ingatanku: kapan aku mati, jam berapa, siapa nama pelakunya, apakah pelakunya berhasil diamankan, atau dimana aku dikebumikan, atau apapun yang menyangkut proses kematianku. Aku hanya mengetahui bahwa saat itu bulan puasa dan aku mati di tangan begal ketika aku pulang dari kampus malam-malam. Aku juga masih merasakan bagaimana peluru panas menembus dadaku, lalu perut dan juga lututku. 

“Ramadhan Bagai Sahabat Yang Begitu Indah”



Karya: Dwan Kumara Tyagi

Aku punya cerita, suatu hari ada anak perempuan yang tinggal di daerah pegunungan sebut saja Pelangi. Kebetulan hari itu hari ramadhan dimana setiap malam bulan ramadhan setelah tarawih Pelangi selalu naik di loteng rumahnya, Pelangi selalu naik melewati jendela lotengnya untuk melihat bintang yang sangat membius matanya, ia seperti merasakan hubungan antar keduanya, tentu saja dengan bintang favoritnya.Tak terasa sudah larut malam, angin pun berhembus kencang, apalagi di daerah pegunungan yang sangat dingin udaranya. Bergegas ia turun untuk mengambil jaketnya dan tak lupa membuat teh hangat untuk menemaninya. Disaaat ia akan naik, ia mendengar suara tangisan yang begitu sederhana dari atas loteng rumahnya, ia takut sekali dan akhirnya ia membatalkan keinginanya dan bahkan tidak pernah lagi naik di atas loteng tersebut. 

Berharap terlalu tinggi di bulan Ramadan



Karya: Ikhsan Bani Bukhori

Bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah dimana setiap orang harusnya berlomba-lomba untuk beribadah mulai dari puasa hingga ibadah lainnya. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, masyarakat Indonesia tentunya sangat bersemangat dalam menyambut bulan ramadhan ini. Mulai dari sebelum ramadhan, selama dan hingga ramadhan usai dengan datangnya hari kemengan idul fitri. Banyak orang beramai-ramai memasang spanduk bertuliskan “Marhaban Yaa Ramadhan” yang artinya selamat datang bulan suci Ramadhan. Spanduk bertebaran hampir di seluruh penjuru negeri mengingat mayoritas orang Indonesia yang akan menunaikan ibadah puasa tentu dengan senang hari menyambut kedatangan dan bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan bulan suci ini.

Unexpected Ramadhan -_-



Karya: Fitrah Alamsyah

Assalamualaikum,selamat siang,maaf  kalo tidak sesuai situasi kondisi pada saat membacanya,jujur gue nulisnya waktu siang kok,kan gak mungkin buat selamat sore atau pagi,bisa-bisa batal puasa gue.
Unexpected pada saat ramadhan ya,kebetulan banget nih ada lomba nulis cerpen dari Kafe kopi jadi gue bisa cerita sedikit pengalaman  selama Ramdhan.

Bukan Ramadhan Yang Sama



Karya: Lanafau

Tepat pukul 5 pagi aku sudah bersiap mengantar ibuku pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan berdagang nanti sore. Ibuku kini membuka warung kecil-kecilan di depan rumah demi mencari nafkah untuk aku dan adikku. Dengan tatapan kosong aku memperhatikan setiap detil jalan menuju ke pasar yang penuh dengan lubang di sana – sini yang terlihat sangat menyedihkan, sama seperti hidupku saat ini. 

Ramadhan Bersama Sholeh



Karya: Sely Oktaviolita Asri

Halo semua! Namaku Sandi.Aku tinggal di kota yang ramai dan keren. Sekarang sudah duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar bertaraf Internasional. Teman-temanku up to date sekali. Mereka sudah mempunyai Iphone, tab, dan alat super canggih lainnya sama sepertiku. Teknologi yang super canggih itu membuat waktuku banyak digunakan untuk mengoperasikannya.

different nuance of ramadhan



Karya: Dede Itania Meilani

Perasaanku bimbang antara senang dan kurang yakin mendengar berita ramadhan didepan mata, ternyata waktu dengan cepatnya melaju siang mengejar malam, serta malam yang terus mengejar siang ditengah itu ada senja yang menyaksikan. Perasaan menyesal pun menghantui, karena aku sendiri belum juga memperbaiki diri. Aroma khas ramadhan telah tercium, tidak sedikit ucapan-ucapan tersiar ditelevisi, terdengar diradio, serta terpampang ditempat berlalu lalang itu.

AWAL BULAN RAMADHAN



Karya: Yosi Anggraeni Wisnu Kusumaningtyas


Di sebuah desa kecil, angin segar berhembus sepoi-sepoi menandakan desa itu masih begitu dekat dengan alam. Belum ada gedung pencakar langit atau kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi laiknya di sebuah kota. Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa tersebut adalah petani. Baik petani padi, sayur maupun buah. Tak perlu ke jauh-jauh ke kota untuk menjual hasil panen mereka, karena para tengkulaklah yang membeli ke desa dan kemudian di jual ke kota.

Penggoda Iman di Bulan Suci



Karya: Sigit Nugroho

Kain hitam membentang didampingi sinar bintang yang menawan. Sang dewi malam membentuk lengkungan senyuman membuat decak kagum orang yang memandang. Desiran angin malam menjadi pelengkap teman seseorang yang sedang merasa kesepian.                    “Man ayo masuk. Sudah larut malam.”, kata Emaknya dari ruang tamu. “Iya, Mak. Sebentar lagi.”, jawab Iman yang sedang duduk di teras rumah sambil memandang pesona malam. Hati Iman mengagumi ciptaan Tuhannya Yang Maha Rahman. Tak ada alasan baginya untuk mengkufuri nikmat Tuhan. 

Ramadhan Dalam Batin



Karya: M Dadang Tri NurCahyono

Mungkin untuk sebagian orang Ramadhan adalah suatu momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT bersama orang-orang yang dicintai terutama keluarga.Namun, dalam  kisah ini saya akan menceritakan bagaimana orang-orang yang sebagian menjalani Ramadhan berkeinginan untuk mempunyai momen seperti orang-orang pada kalimat pembuka.Sebut saja nama karakter utama dalam cerpen saya ini adalah Putra.Dia lahir dari keluarga menengah, tidak kaya dan tidak juga miskin tetapi bisa dikatakan cukup.Dini hari itu Putra pergi bersama temannya untuk mencari santap sahur.”Sahur dimana kita put?”tanya temannya yang bernama Iwan.”Tempat biasanya aja sob,lagian sahur aja pake pilih pilih...”jawab Putra sambil tertawa kecil.Selesai sudah acara sahur mereka berdua,sahur ditempat yang sudah sangat biasa mereka kunjungi meskipun bukan bulan Ramadhan.Lalu mereka kembali ke tempat dimana teman-teman mereka masih tertidur dan menjalani bulan Ramadhan seperti halnya hari-hari biasa, tanpa puasa dan lebih “bertakwa”.Sekembalinya ke tempat yang bisa dikatakan sebagai “base camp” itu.”Aku mau tidur dulu Put”Pamit Iwan sambil merebahkan diri di sebelah tubuh Ebim.”Pemuda kok gampang tidur”sahut Putra sambil memandangi teman-teman di sekelilingnya.Pagi menyambut dan aktivitas ditempat itu pun mulai menggeliat.Satu persatu dari mereka bangun untuk mandi atau sekedar mandi “batman” termasuk juga si Putra.Mereka adalah sekumpulan pemuda yang bisa dikatakan senasib,berada ditempat sama dan bekerja ditempat yang sama serta dengan jabatan yang sama pula.Jabatan yang bisa dikatakan sangat rendah bahkan banyak orang yang tidak mau menjalani jabatan mereka.

June 28, 2015

KU KHITBAH KAU DI BULAN SUCI


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Iip Nurul Holipah


Indahnya sinar pagi yang menyapa…
Kelembutan Awan yang menyambut senyum ku di pagi hari…
Buaian angin yang menyapu langkahku…..
Hari ini adalah hari kelulusan ku di SMP kebetulan juga bertepatan dengan bulan ramadhan Mungkin Ramadhan kali ini akan membuat ku sedih bagaimana tidak aku harus berpisah dengan kekasih yang paling ku cintai yaitu Ryan karena setelah lulus nanti kami tidak akan bisa satu sekolah lagi.Orang tua Ryan mengirim Ryan ke salah satu pesantren yang ada di luar kota.kami tidak akan bisa berkomunikasi sama sekali.Hari ini adalah hari terakhir ku bertemu Ryan sebelum dia pergi ke pesantren.

Ramadhan Di Perantauan


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Mister Kacang

Hidup di perantauan memang tidak semudah yang kita pikirkan, ada banyak hal yang belum kita ketahui ketika pertama kali datang di kota perantauan. Juni 2013 aku memutuskan merantau dan bekerja di kota besar sudah menjadi keputusanku. Ini demi memperoleh kehidupan yang lebih baik, bukan hanya untuk aku tapi untuk keluargaku juga. Berbekal ijazah S1 dengan nilai IPK yang menurutku tidak mengecewakan, pikirku akan gampang mencari pekerjaan. Tapi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, sudah puluhan kali aku melamar dan sudah puluhan kali juga aku ditolak. 

WHO AM I ?!!

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Herman

Hai guys, apa kabar semua? Gue harap lo semua sehat. Gue sebenarnya pengen perkenalin diri gue, namun gue pengen nantangin lo semua buat nebak siapa gue ini sebenarnya. Gampang banget kok buat ngetahuin siap gue ini. Gue pengen kenalin diri gue sambil ceritain beberapa hal berkesan tentang gue.

Aku, Dia, dan Ramadhan 

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Adinda Saraswati

Hariyang aku tungggu tunggu akan tiba. Hari ketika semua orang muslim harus menjaga        nafsunya untuk melakukan hal – hal yang di larang agama. Ramadhan kali ini sungguh berbeda. Dua hari sebelum bulan suci itu tiba, ada sesosok pria yang sangat   aku kagumi dan aku harapkan datang bertamu ke rumahku dan tiba – tiba ia pun  melongarkan sebuah pertanyaan yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya. “Apa kau mencintaiku dan bersedia  menemaniku beribadah di bulan suci ini?” Aku masih ingat tatapannya begitu dalam ketika bertanya kepadaku.  Hatiku amat berbunga bunga. Lalu tanpa berpikir panjang, ku jawab pertanyaanya dengan sedikit kejahilan “Ohhh.. jadi kalau aku cinta denganmu aku        harusbersedia menemani beribadah di bulan suci saja? Jadi setelah bulan suci kita sudah tak  saling cinta?” Aku tersenyum jahil. “Tidak, bukan begitu maksudku….” Ia menjawab            pertanyaanku dengan serius. 

Kado Keenam Ramadhan


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Rini Santika

Ramadhan, apa yang kalian tahu tentang bulan suci ramadhan?  Ramadhan adalah sebuah bulan yang berlimpah rahmat dan mulia. Disini kita benar-benar belajar disiplin dalam menggunakan waktu. Bayangkan saja mulai dari sahur kita bangun jam tiga pagi lalu sholat lima waktu, taraweh, tadarusan pokoknya ibadah lain diikutsertakan deh. Selain itu makan juga dua kali sehari sehingga membuat lambung kita menjadi terkontrol dengan baik dan dijamin tambah sehat. Aamiin.

RAMADHAN TERAKHIR NANDA


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Clara Ika Phaluphie

Nanda manyun. Dilipatnya bibir manisnya itu lima senti. Malam ini tak ada ceramah malam ba’da terawih seperti biasa. Dipindahkan esok pagi. Ba’da subuh. Nanda bukan sedih lantaran tak bisa mendapat siraman rohani malam itu. Namun ia sedih tak dapat tanda tangan dan cap masjid di buku ramadhannya. Ya. Buku ramadhan. Buku yang berisi ‘catatan amal’ yang harus di isi penuh. Tidak bisa mengarang bebas karena mesti di tanda tangani pengurus masjid dan diberi stampel cap masjid.
“Nanda pengen cepet-cepet kuliah,” gerutunya sebal. Dibantingnya tubuhnya di sofa ruang keluarga. Amak hanya senyum-senyum melihat kelakuan anak bungsunya.
***

June 27, 2015

DERAI CINTA BERSELIMUT LEMBUT RAMADHAN


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Amanah Nurtasari

(Almira masih terlelap)
 “Mir, ayo bangun!!!! Sekolah hei, bangun cantik” seru ibunya sambil membuka jendela kamar Almira.
“Bunda, aku masih ngantuk!!! Kan tadi bangun malam untuk sahur” Almira masih asyik bercengkrama dengan kasur empuknya.
“Bangun, pokoknya bangun!! Kamu harus sekolah. Puasa ga boleh jadi alasan” seru ibunya Almira.

Behind The Scene


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Tofan Aditya

Matahari sudah berada di antara timur dan barat. Anginpun berhembus dengan suara-suara merdunya. Disaat manusia lain sibuk mengerjakan pekerjaan untuk membiayai keluarganya, manusia ini malah sibuk dengan gadget-nya untuk mencari foto-foto makanan untuk berbuka. Ya itulah aku. Sudah 3 hari ramadhan berjalan, dan selama itu pula aku tidak memiliki pekerjaan apapun. Tapi semua itu berubah, ketika aku tak sengaja membuka akun twitternya @infolombanulis dari gadget-ku. Mengetahui ada lomba cerpen yang sedang diadakan oleh @kafe_kopi. Tanpa pikir panjang aku segera membuka layar laptopku.

Hadiah untuk Sara


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Ovi Humaira

Papa kapan pulang?
Suara mungil itu terus mencekik Yogi. Bukan apa-apa, sudah hampir setahun Yogi tak pulang. Meninggalkan istri serta anak gadisnya yang masih berusia tujuh tahun. Dengar dari istrinya, katanya sesekali Sara pernah bertanya tentang pekerjaannya. Mengapa sang papa jarang pulang? Mengapa Papanya tega meninggalkan Mama dan dirinya sendirian? Anak sekecil itu masih belum mengerti kewajiban seorang ayah dalam mencari nafkah. 

Ramadhan Bulan Penuh Rahmat


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Muhammad Iqbal

Bulan itu pun datang lagi, bulan yang di rindukan oleh orang beriman,bulan dimana semua mesjid penuh dengan jemaah sholat tarawih, MARHABAN Ya RAMADHAN bulan suci nan fitrah. Hari rabu pagi  tepat pukul 07.00 WIB aku terbangun dari tidurku yang panjang . kulihat banyak orang pergi ke pajak untuk membeli daging sapi hal ini merupakan tradisi masyarakat sekitar dalam  menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Disaat orang berbondong-bondong membeli daging aku melihat ibuku sedang berjualan nasi didepan rumah dengan semangat dia berjualan, wajar ibuku adalah tulang pungggung keluarga kami semenjak ayahku  meninggal 7 tahun  silam dan  saat ini dia yang telah menafkahi kami. Sebenarnya  aku sangat malu akan keadaan ini tapi aku belum bisa berbuat banyak untuk keluarga. 

Pangeran di Pasar Ramadhan


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Naurah Putri

Bulan Ramadhan, bulan penuh pengampunan yang telah dinanti-nanti umat islam, telah mengulurkan tangannya, menyambut diri yang telah lama merindu. Begitupun denganku, aku sangat antusias menyambut bulan yang penuh berkah ini. Aku mulai mengira-ngira cerita seperti apa yang akan dihadirkan iklan-iklan sirup selama bulan puasa ini? Aku mulai sibuk mencari resep-resep kue terbaru, dan tentunya aku mulai sibuk menyiapkan diri menyambut bulan yang suci ini.

Tragedi Malam 17 Ramadhan


 Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: mmtzrk10

Sekujur tubuhku dipenuhi dengan keringat yang mengalir begitu derasnya. Lelaki itu, lelaki yang persis seperti kutemui di dalam mimpiku akhir-akhir ini. Sekarang ia tampak begitu nyata. Mau apa dia? Dengan tegapnya, lelaki itu berjalan menghampiriku, membawa sebuah golok yang tajam. Aku tak bisa melakukan apa-apa. Tak ada yang dapat menolongku, tempat ini terlalu sepi. Hening. Perlahan tapi pasti, ia sekarang berada di hadapanku. Wajahnya tak begitu jelas, ditutupi dengan sebuah topeng warna hitam bak seperti pencuri.

Ramadhan kali ini akhirnya pulang kampung



 Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: yandi ferdiansyah

Ramadhan tiba…
Ramadhan tiba…
Marhaban ya ramadhan..
Marhaban ya ramadhan..
Marhaban ya ramadhan..
Marhaban ya ramadhan… *sambil nyanyi*

Bagi saya, Bulan Ramdhan merupakan ajang untuk berkumpul bareng keluarga. Maklum saja, karena selama ini saya jarang pulang ke rumah karena alasan kuliah.. Kerinduan akan datangnya bulan yang penuh berkah membuat saya gembira untuk menyambutnya. Bagaimana tidak, setiap hari saya hanya disibukkan dengan aktiftias kampus yang sangat menguras tenaga. Alhamdulillah bulan ampunan segala dosa sudah tiba, ini berarti saya lebih punya banyak waktu untuk mendakatkan diri kepada sang maha pencipta, Allah SWT. Momen yang indah pada Bulan ramadhan adalah, ketika saya dan keluarga bisa berbuka puasa bersama. Disaat itu anggota keluarga lengkap, ada ayah, ibu, kakak, dan adik. Bulan Ramadhan tahun ini akhirnya saya bisa berkumpul bareng keluarga. kangen suasana kebersamaan, kangen masakan ibu dan kangen suasana yang tentaram dengan suara orang tadarusan.

saya suka masakan ibu pas bulan puasa karena sangat khas. saya tidak usah melihat lagi pasti sudah tau bahwa ini merupakan masakan ibu. yang saya tau ibu kalo udah masak sambel, pasti seisi rumah seperti terkena gas airmata. indah banget Bulan Ramadhan 1436 H kali ini. 

June 26, 2015

Ramadhan di Penjara Suci


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: M. Gustomi Sutioso

Sinar bulan sabit menghiasi malam, menyiram lembut. Lantunan suara kitab suci Al-Qur’an terdengar samar terbawa angin dari kejauhan. Aku yang sedang sendirian bersantai menikmati malam bulan suci ramadhan terdiam sejenak ketika melihat salah satu bintang yg bentuknya paling besar dengan cahayanya yang paling terang. “Itu planet Tom!” suara itu membuatku terkejut, ternyata  suara Rama, sahabatku. “Sejak kapan kamu disini, Ma?” tanyaku singkat. Ternyata sejak aku keluar Rama mengikutiku. “Aku tidak bisa membiarkan kawanku paling baik sedunia ini keluar seorang diri” katanya dengan senyum manis kebanggaanya. Tiba-tiba dari balik pintu gerbang muncul sosok remaja bersongkok putih tulang. “Aku juga!” Doni berteriak pelan, melanjutkan kalimat Rama maksudnya.

HIKMAH BULAN SUCI RAMADHAN


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya:  Heri Hermawan


Di pagi hari yang cerah dalam bulan suci Ramadhan, hari demi hari terlewatkan, bulan demi bulan telah dilalui tiba-tiba bertemu dengan bulan yang penuh berkah, mengapa dikatakan seperti itu karena hampir semua jajanan di sore hari pasti laku untuk bahan berbuka puasa dan berkah rizki untuk setiap pedagang. Itu salah satu contoh hal yang ramai sering terjadi di bulan Ramadhan, bukan berarti sore hari kita mencari berkah atau keuntungan pagi hari kita tidur bangun-bangun sampe dzuhur, walaupun itu mendapat pahala tapi makruh jika berlebihan karena banyak hal penting yang harus dilakukan selain tidur, kejadian ini terjadi sama orang yang mabuk-mabukan pada bulan Ramadhan. Di Desa itu saya terkenal dengan julukan Ustad Gaul,mengapa saya disebut ustad gaul karena saya dekat dengan anak-anak nongkrong di desa tersebut dan di desa tersebut ada seorang pemabuk berat yang dari dulu tidak mau pernah bertaubat.

Saat Aku Berbicara dalam Diam


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Chi

Aku adalah seorang anak putri semata wayang dari serorang bapak yang pengusaha dan ibu seorang konsultan keuangan. Hidupku sangat berkecukupan. Bahkan ketika orang-orang lain masih sibuk untuk menyambut Ramadhan, aku telah dibelikan oleh ke-dua orang tuaku seabreg baju lebaran. Kata orang orang-orang aku adalah remaja yang cantik dan sifat periang adalah salah satu yang membuatku berbeda. Namun, bukan hanya tu yang membuat aku berbeda. Di saat anak-anak remaja seusiaku sedang gemar-gemarnya mengocehkan tentang dunia hiburan, aku lebih memilih untuk diam. Aku tak tertarik dengan hal yang seperti itu, atau lebih tepatnya aku tak mempunyai kesempatan untuk mengocehkannya.

June 25, 2015

REINKARNASI JIWA

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Herman


Denting jam menunjukkan pukul 09.00 pagi di Minggu yang cerah itu. Aku terduduk diam dengan segelas kopi hitam pahit menemaniku memikirkan hal yang menurutku cukup aneh. Orang-orang memanggilku Pak Baco’, entah apa hubungannya dan apa sebab akibatnya orang memanggilku dengan nama itu. Padahal nama asli yang tertera dalam KTP-ku adalah syamsul Bachtiar, lengkap dengan tempat tanggal kelahiranku, Sidrap 12 Maret 1987, yang berarti umur yang diberikan Tuhan untukku sampai hari itu 27 tahun 3 bulan 15 hari. Tapi aku beruntung profesiku yang sebagai dokter disalah satu rumah sakit umum itu, para pasien yang datang padaku masih memanggilku pak Syamsul, bukan dengan nama yang selalu di panggilkan oleh istri, ibu, ayah dan keluartidakuku di rumah.

Indahnya Persahabatan di Bulan Suci

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Dwi Aditya


Kenalin guys nama gue Gilang, nama panjang gue Gilang Aditya Nugroho. Nama Gilang menurut gue mempunyai arti yang sangat luar biasa. Bersyukur orang tua gue memberi nama gueGilang. Karena arti dari nama Gilang adalah Ganteng nya nggak ilang-ilang. Hahaha.Gue orangnya emang gitu guys, susah,seneng tetep aja gila. Eezzt bukan gila dalam arti nggak waras ya sob. Tapi loe tau sendirikan maksut gue.

CINTA AKBAR DI BULAN SUCI

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Herman

Ramadhan, yaa… itulah bulan yang penuh berkah, bulan penuh dengan limpahan rahmat bagi umat islam yang melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan itu. Dalam bulan tersebut terdapat suatu malam yang nilai ibadahnya melebihi nilai ibadah di seribu bulan, malam Lailatul Qadar namanya. Aku bersyukur masih bisa bertemu, dan menyambut bulan Ramadhan. Penuh dengan suka cita, penuh dengan nilai ibadah, penuh dengan ampunan, serta penuh dengan kebaikan.

Kisah dibalik Menunggu Waktu Berbuka

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Bani Lelono Saputra

“Nawaitu souma godhin an adaa’i,fardhi syahri ramadhaana haadzihi assanati lillahi ta’ala.” Ucap bibirku dengan sedikit tekanan kedalam hati seperti mencoba meyakinkan diri sendiri “aku harus berpuasa karena allah” batinku. Angin berhembus dari timur dengan lembut malam itu, langit malam terlihat cerah dengan warna biru yang keras bercampur warna hitam yang lembut, kulihat bintang-bintang bertaburan tak beraturan, mungkin para bintangpun baru selesai melakukan ibadah solat tarawih berjamaah di angkasa sana, bulan terlihat sangat tenang seperti sedang memperhatikan manusia-manusia di bumi seakan dia mencoba memahami kami satu-persatu, memandangi langit luas di atas sana membuatku merasa sangat tenang dan damai, perasaan damai seperti ini jarang sekali kurasakan, benar, damai.

Terawih atau Terkasih

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Sri bintang N

Orang bilang Ramadhan adalah bulan penuh rahmat yang di damba-damba kan oleh banyak orang. Tak terkecuali aku. Entah kenapa aku selalu bahagia bila Ramadhan tiba. Bukan hanya karena kebaikannya dilipat gandakan, tetapi ada satu yang amat aku rindukan, bertemu dengan seseorang yang aku kagumi. Tidak, Ia bukan seorang selebritis, ia juga bukan seorang pangeran yang turun dari kuda putihnya atau sedan putih. Ia adalah laki-laki sederhana yang entah mengapa setiap menatapnya aku selalu merasakan getaran aneh di dadaku. Ia tak tampan, ia juga tak ramah. Bahkan terkesan cuek. Tapi kesan itulah yang membuat aku semakin mengaguminya. Walapun hanya sebagai ‘Pengagum Rahasia’.
***

LENGANG

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: AW Soekardi

Sudah berapa jam aku termenung disini? Baru saja selepas adzan dzuhur, sudah tak berdaya. Dahaga dan kelaparan tak lagi tertahan. Ingin rasanya meneguk segelas besar es kelapa buatan Mbah Nasiyem di ujung gang Kinanti yang menggoda iman. Apalah daya, tak ada yang bisa ku perbuat selain menyaksikan hilir mudik warga kampung Krajan yang melewati jalanan berdebu di siang terik seperti ini.

Misteri Dibalik Warung Bertirai

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Budi Santoso

Bulan Ramadhan kembali hadir tahun ini ditengah-tengah kehidupan Tole. Tole adalah anak kampung durian runtuh yang punya rasa ingin tahu yang tinggi. Sekarang ini Tole masih duduk di kelas 4 SD Harapan Bangsa. Jadi wajar memang bila Tole memiliki rasa keingintahuan yang tinggi karena memang usia anak-anak kelas 4-6 SD adalah masa dimana anak-anak mulai belajar dari lingkungannya. Pada usia tersebut anak-anak sudah mulai mengikuti gaya hidup yang dilihatnya.

We and Nostalgia Ramadhan

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Neneng Rahmawati

Tiga puluh hari dan satu malam di sepuluh malam terakhir, dalam satu tahun hanya sekali dalam sebulan, sponsor dan ucapan selamat kini sudah muncul di segala  media, sepulang sekolah aku duduk di sebuah ruang kecil pribadiku,  sejenak aku berfikir hingga akhirnya kusadari bahwa 1 minggu lagi adalah bulan ramadhan atau orang menyebutnya bulan puasa, serasa bahagia dihati tak bisa kupendam lagi  “wee sebentar lagi bulan puasa, senengnya ucapku dengan girang. Tak lama kemudian terdengar suara bunda memanggilku “kak, ada lala tuh di depan..” “iya bunda sebentar..”aku bergegas menuju ruang tamu “eh lala silahkan duduk dulu hehe” sapaku dengan sedikit bercanda “aduh kayak tamu jauh aja Nay” balasnya sambil ketawa. “eh gimana sekolahmu tadi Nay?” tanyanya dengan wajah penasaran ”ya gitu la masih belom sepenuhnya teman dikelas ku kenal, kan setiap kenaikkan kelas temennya beda lagi, kamu sendiri?”jawabku “kalau aku sih temennya balik lagi seperti kelas 7” “oh gitu ya, enak banget…”. Setelah cukup lama ngobrol saling tukar cerita kami pergi menuju rumah Rani, jarak dari rumahku dengan rani hanya melalui 5 rumah orang, sekitar 25 langkah kaki, setiba dirumah rani “Assalammualaikum, ran raniiiiiiiii” “Waalaikumsalam, iyaa sebentar” jawab rani sambil membuka pintu. “ran, main yook tapi dirumahmu aja, main bulu tangkis.”pintaku “ok ok, tunggu sebentar aku ambil alatnya”.tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, baju dan jilbab yang kami pakai mulai basah karna keringat, kulit yang mulai lengket, tubuh yang mulai lelah ya “saatnya kita semua bubar, pulang kerumah masing masing” ucapku dengan wajah loyo yang masih sempat bercanda.

Selamat Berlibur

Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Sukindar


Sungguh menggelitik ketika aku membaca headline pada koran paling ternama di dunia setan. Perspektif manusia mengenai kami dibulan yang akan datang membuatku ingin menangis saja, menangis karena tertawa hingga tak ada suara. Ah rupanya mereka masih belum mengerti, sambil kuseka air mata yang terus mengalir.
“Sebentar lagi kita semua akan di penjara!”

June 24, 2015

Tragedi Muknah Terbakar



Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Silvia Usnayanti

Suara kembang api sudah terdengar dimana-mana menandakan Bulan Ramdhan telah tiba. Tentunya semua orang telah mempersiapkan diri masing-masing untuk membersihkan hati dan mensucikan diri. Tidak hanya mempersiapkan diri saja, segala keperluan seperti muknah, pakaian muslim, peci, sajadah, makanan untuk buka dan sahur sudah pasti telah dipersiapkan untuk menyambut bulan yang suci ini. Begitu juga dengan gadis yang akrab di sapa Mala. Ia sangat bersemangat menyambut Bulan Ramdhan bahkan jauh-jauh hari sebelum puasa ia telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Mala sangat senang karena tahun ini ia masih bisa melaksanakan ibadah puasa bersama keluarganya. Tetapi Mala sedikit khawatir karena selama berpuasa ia tidak bisa lagi berkencan dengan kekasihnya.

Angin-Angin Syurga


Diikutsertakan dalam lomba menulis cerpen Unexpected Ramadhan 2015

Karya: Chi


“ ... Allahuakbar Allahuakbar, La Ilaha illa Allah ”.

Sayup-sayup adzan itu merambat melalui tubuhku. Hari mulai temaram dan semburat cahaya jingga perlahan memudar dari horison. Dari tubuhku, aku alirkan suara adzan itu ke dalam telinga-telinga manusia yang berjuta-juta wujudnya. Maghrib adalah salah satu oase bagi para pengembara di padang suci Ramadhan. Kebanyakan dari pengembara itu meneguk sekaligus berliter-liter air yang memang menyegarkan tersebut dan sebagian lagi dari mereka hanya berdiam diri, menunggu para pengembara yang rata-rata adalah saudagar kaya selesai meneguk minumannya kemudian dengan tangan yang gemetar mereka mengeluarkan cawan kecil mereka. Di ambilnya air itu perlahan dan mereka minum seadanya. Setidaknya untuk menyegarkan buka mereka hari ini, atau mungkin detik ini saja. Ramadhan hari ini telah meninggalkan jejak kaki dan jejak kaki-jejak kaki lain mulai beriringan menuju oase selanjutnya.

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...