April 27, 2015

Janji Makan Soto


Karya: Yuri Meiska O

Suatu hari aku duduk di dalam bis jurusan tasikmalaya, seorang lelaki tua berpakaina rapi duduk di sampingku. Beliau bertanya “Mau kemana nak?” dengan penuh keramah tamahanya. “saya mau pulang ke tasikmalaya pak. Bapak sendiri?” tanyaku ramah kembali. “saya hanya ingin menemani anak saya dan mengajaknya makan makanan terenak yang dulu saya janjikan di kota tasik.” Beliau pun menceritakan sebuah soto yang cukup terkenal di tasikmalaya, 1 porsinya yang berharga 6000 rupiah dengan jumlah terbatas selalu jadi rebutan para penggemarnya setiap malam. Tertarik dengan cerita dari bapak tersebut aku jadi penasaran ingin mencicipinya, aku pun menanyakan lokasi serta segala sesuatu tentang soto tersebut. Penuh semangat belia menceritakanya kembali dengan rinci bahkan hingga cita rasa yang terdapat pada soto itu yang sepertinya sudah sangat melekat di lidahnya.

Tak Berjudul

Karya: Yuri Meiska O

Sudah berkali kali ku cari
Tapi tidaklah jua kudapati
Berhari hari ku amati
Selalu ini yang kudapati
Setiap tetes keringat dan curahan tenaga
Terasa tak berguna
Detik jam, dan hela nafas
Belum bisa membantahnya  

I Love You But I Can`t With You

Karya: Yuri Meiska O


Tak kuasa aku menjumpai mu walau sejuta alasan bisa kau tangkis

Tak kuasa hatiku menahan rasa rindu yang tak beralasan

Tak kuasa mata ini selalu mencari keberadaanmu yang tak penting

Tak kuasa bibir ini tersenyum saat menjumpaimu, karna pipiku yang telah merona lebih dulu

April 20, 2015

Good Luckly Angel | Part 2

Karya: Yuri Meiska

Besok harinya di sekolah terdengar kabar burung akan hadirnya anak baru di kelas. Semua histeris dan cepat-cepat ingin segera tahu. Saat jam pelajaran kedua, seorang murid cowo masuk ke kelasku semua mulai berbisik-bisik membicarakan si anak baru. Aku belum melihatnya aku sedang asyik membuka laptopku sambil menonton video klip boy band korea bersama yuri sahabatku yang duduk sebangku denganku. Namun tiba-tiba tangan yuri mencubit tanganku.”aww, naon sih?” ujarku ke sakitan. Melihat tatapan yuri lurus pada anak baru itu membuatku jadi penasaran dan akhirnya aku melihat wajah si anak baru itu pun. Pantas saja yuri syok berat ternyata si anak baru itu adalah “junsu”  teriaku di tengah kelas menyapanya dengan wajah terheran-heran. “eh, yuyun” sapa junsu membalas sapaan ku yang memecah keheningan kelas saat junsu hendak memperkenalkan diri. Semua mata tertuju pada kita berdua. Junsu pun melanjutkan perkenalannya di depan kelas. Semua anak memperhatikannya dengan seksama.

April 16, 2015

Good Luckly Angel | Part 1

Karya: Yuri Meiska O

Di sebuah sekolah yang sangat unik, sedang popular sebuah kepercayaan pada ramalan dan tahayul. Semua kaum perempuan sibuk melakukan kegiatan semacam itu. Suatu pagi temanku pie datang menghampiriku dan berkata

“Yun, aku bisa baca garis tangan. Aku mau lihat garis tangan yuyun ya?” sambil memegang tanganku dengan yakin ia mengikuti setiap lekukan garis ditangan kananku itu.

Shira | Part 1

Karya: Resti Dwi H

Malam itu udara sangat dingin. Aku dan biskuit di tanganku menjadi saksi bahwa malam ini adalah malam 100 hari peringatan meninggalnya kakek.

Dengan berat hati, kututup buku hitam yang berisi banyak hal tentang kakek.  Aku pun meneguk air teh yang mulai dingin. Segeralah aku berjalan menuju tempat tidur. “Hem.. hangatnya.” kataku dalam hati.Jam menunjukan pukul 11 malam, semua irama itu telah terhenti dan membawaku kedalam mimpi yang tak bisa ku raih dengan kedua tanganku. Malam ini begitu dingin dan terasa sangat berbeda.

Cipta Tanah Beta

Karya: Ilham Nurfaqih

Lihat alam entah acuh tak merenung
Hanya hinggap dalam bayang prinsip orang
Niscaya mereka berkata dusta demi desa
Nafas egois insan enggan saling memaafkan

Tak Kenal Waktu


Karya: Ilham Nurfaqih


 Awal wajahku mengarah padamu
Publikasi bilang kau luar biasa
Namun aku hanya memandangmu
Dengan menutup mata putus asa

Tak Berarti


Karya: Ilham Nurfaqih


Derik petang senantiasa kembali
Naungan hangat menjaga melati
Bukan peristiwa untuk pertama kali
Dimana kemungkinan terus menanti

Semata Air

Karya: Ilham Nurfaqih


Kita tahu sinar pun bisa redup
Gelora semangat bisa hilang
Bagaimana dengan cinta yang hidup?
Apa sama terbilang hilang?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...